KSO Bumi Karsa-Hutama Karya Rampungkan Enam Sekolah Negeri di Jakarta Pusat, Tampung Hingga 1.000 Siswa

- Kamis, 18 Juni 2026 | 09:30 WIB
KSO Bumi Karsa-Hutama Karya Rampungkan Enam Sekolah Negeri di Jakarta Pusat, Tampung Hingga 1.000 Siswa

Kerja Sama Operasi (KSO) antara PT Bumi Karsa dan PT Hutama Karya berhasil merampungkan pembangunan enam sekolah negeri di wilayah Jakarta Pusat. Seluruh fasilitas pendidikan tersebut kini telah beroperasi penuh untuk mendukung kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran berjalan, dengan masa pemeliharaan proyek yang masih berlangsung hingga pertengahan Juli 2026.

Proyek ini mencakup total luas bangunan mencapai 40.059 meter persegi yang tersebar di enam titik dengan struktur gedung setinggi empat hingga enam lantai. Setiap sekolah dirancang untuk menampung sekitar 700 hingga 1.000 siswa. Keenam sekolah yang dimaksud meliputi SDN Kampung Bali 01, SDN Pasar Baru 01/03/05 dan TK Negeri Sawah Besar 01, SDN Duri Pulo 01/02/03/04/05/10, SDN Karang Anyar 01/02/05/06/08, SDN Cikini 01/02 dan USB SMA, serta KBN Cempaka Baru dan PKBM 29 Cempaka Baru.

Pembangunan ini merupakan bagian dari program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024. Seluruh pekerjaan konstruksi rampung pada pertengahan tahun 2025 lalu dengan pendekatan peremajaan total terhadap bangunan lama yang sebelumnya sudah tidak layak fungsi. Bangunan-bangunan tersebut kini disulap menjadi fasilitas pendidikan yang lebih modern, aman, dan representatif.

Struktur bangunan sekolah diperkuat dengan desain yang telah menyesuaikan standar pendidikan dan keselamatan terkini. Ruang kelas hadir lebih luas dengan pencahayaan alami yang optimal demi kenyamanan belajar. Berbagai fasilitas penunjang juga turut dilengkapi, mulai dari laboratorium, perpustakaan, ruang guru dan kepala sekolah, unit kesehatan sekolah (UKS), toilet difabel, lift, hingga lapangan olahraga.

Chief Executive Officer PT Bumi Karsa, Kamaluddin, menyatakan bahwa pembangunan sekolah ini menjadi wujud komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan di Indonesia.

“Kami berupaya menghadirkan fasilitas pendidikan yang tidak hanya kokoh secara konstruksi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan mendukung perkembangan siswa secara optimal,” ujar Kamaluddin.

Untuk memastikan efisiensi dan presisi selama pelaksanaan proyek, KSO Hutama Karya – Bumi Karsa mengadopsi pendekatan digital terpadu melalui teknologi Building Information Modeling (BIM). Teknologi ini memungkinkan proses perencanaan yang lebih akurat, koordinasi lintas tim yang lebih efektif, serta pemantauan progres proyek secara real-time sehingga pekerjaan dapat diselesaikan tepat mutu dan tepat waktu.

Di sisi lain, proyek ini juga memberikan dampak sosial-ekonomi positif bagi masyarakat sekitar. Selama masa konstruksi berlangsung, sekitar 1.000 tenaga kerja lokal terserap dalam proyek pembangunan tersebut.

Sementara itu, Chief Operating Officer New Business PT Bumi Karsa, MURIANETWORK.COMuddin, menegaskan bahwa penuntasan proyek ini menjadi bukti kapabilitas perusahaan dalam mengeksplorasi peluang bisnis baru yang berbasis pada inovasi dan keberlanjutan.

“Proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan langkah strategis kami dalam menghadirkan infrastruktur modern masa depan. Kami mengintegrasikan konsep bangunan ramah lingkungan melalui optimalisasi ventilasi alami, pemanfaatan panel surya, serta fasilitas yang sepenuhnya inklusif bagi penyandang disabilitas. Ini adalah standar baru yang siap kami replikasi pada proyek-proyek inovatif selanjutnya,” ungkap Fajaruddin.

Dengan hadirnya wajah baru yang lebih modern, fungsional, dan inklusif, keenam sekolah ini diharapkan mampu memantik semangat baru dalam ekosistem pendidikan di Jakarta. Komitmen PT Bumi Karsa dan PT Hutama Karya ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi infrastruktur yang tepat guna dapat menjadi fondasi kokoh bagi lahirnya generasi emas Indonesia yang cerdas dan berkarakter.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar