Remaja di Jombang Nekat Top Up Dompet Digital Pakai Uang Mainan, Polisi Amankan 46 Lembar Uang Palsu

- Rabu, 17 Juni 2026 | 03:15 WIB
Remaja di Jombang Nekat Top Up Dompet Digital Pakai Uang Mainan, Polisi Amankan 46 Lembar Uang Palsu

Seorang remaja berusia 17 tahun asal Jombang, Jawa Timur, berinisial Wildan Alfarizi, harus berurusan dengan aparat kepolisian setelah nekat menggunakan uang mainan untuk melakukan transaksi top up saldo dompet digital. Peristiwa ini bermula dari laporan seorang pemilik toko yang menaruh curiga terhadap gerak-gerik pelaku yang dianggap tidak wajar saat melakukan pembayaran.

Unit Reskrim Polsek Manyar menerima laporan dari Muzayyanah melalui call center 110 pada Selasa (16/6). Dalam laporannya, korban menyebutkan bahwa pelaku melakukan top up saldo uang digital senilai Rp400 ribu, namun uang yang digunakan untuk membayar terlihat janggal. Kapolsek Manyar, Iptu Muhammad Gifari Syarifuddin, mengungkapkan bahwa kecurigaan korban muncul karena bentuk fisik uang yang tidak lazim.

“Pelaku ini melakukan top up saldo uang digital senilai Rp 400 ribu. Namun korban curiga dengan bentuk uang yang janggal. Karena curiga, korban lapor ke 110,” ujar Iptu Muhammad Gifari Syarifuddin.

Setelah menerima laporan tersebut, anggota Polsek Manyar segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Dari hasil pengecekan, polisi menemukan bahwa lembaran uang yang digunakan pelaku untuk membayar top up ternyata merupakan uang mainan. Saat diinterogasi, Wildan mengaku mendapatkan uang mainan tersebut dari aplikasi jual beli online yang menjual barang serupa.

“Saat kita interogasi, lembaran uang mainan itu ia dapatkan dari aplikasi jual beli online yang menjual uang mainan,” kata Kapolsek.

Pengembangan kasus kemudian membawa polisi ke tempat kost pelaku. Di lokasi tersebut, aparat menemukan total 46 lembar uang palsu yang terdiri dari 23 lembar pecahan Rp100 ribu dan 23 lembar pecahan Rp50 ribu. Hingga saat ini, polisi masih melakukan pendalaman lebih lanjut untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan atau motif lain di balik aksi remaja tersebut.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar