Menteri Tito dan Menteri Ara Tinjau Langsung Bedah Rumah Tak Layak Huni di Bantul

- Kamis, 04 Juni 2026 | 19:15 WIB
Menteri Tito dan Menteri Ara Tinjau Langsung Bedah Rumah Tak Layak Huni di Bantul

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait meninjau langsung pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya atau bedah rumah di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungan lapangan itu dilakukan untuk memastikan program perbaikan rumah tidak layak huni berjalan tepat sasaran.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan turut didampingi Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, Anggota Komisi V DPR RI Danang Wicaksana Sulistya, Kepala Badan Pusat Statistik Amalya Adininggar Widyasanti, serta sejumlah pejabat terkait lainnya. Mereka menyambangi langsung kediaman salah satu warga penerima bantuan yang kondisinya memprihatinkan.

Rumah yang dikunjungi masih berdinding anyaman bambu yang telah lapuk dan berlantaikan tanah. Fondasi bangunan hanya berupa barisan batu tanpa semen, sehingga konstruksinya tidak kokoh. Berdasarkan data, penghuni rumah tersebut telah terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional.

Dari hasil dialog antara Tito dan penghuni rumah, diketahui bahwa bangunan itu telah ditempati sejak tahun 1984 dan belum pernah mendapatkan sentuhan bantuan perbaikan dari pemerintah. Menanggapi hal itu, Tito menyatakan rasa syukur karena rumah tersebut akan segera direnovasi melalui program BSPS. “Alhamdulillah,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (4/6/2026).

Lebih lanjut, Tito menjelaskan bahwa program bedah rumah tidak hanya menyasar permukiman kumuh di daerah pedesaan dan perkotaan. Sasaran program ini juga meliputi rumah tidak layak huni yang berada di wilayah perbatasan negara. Menurutnya, kebijakan tersebut bukan sekadar upaya pemerataan pembangunan, melainkan juga bagian dari strategi memperkuat pertahanan negara melalui penguatan rasa cinta tanah air masyarakat di daerah terdepan.

“Jadi Pak Ara sudah mengalokasikan 15.000 unit untuk daerah perbatasan. Ada 40 lebih kabupaten perbatasan yang selama ini mungkin jarang tersentuh,” imbuh Tito.

Ia juga menceritakan pengalamannya bersama Menteri PKP mengunjungi langsung rumah tidak layak huni di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, yang baru-baru ini diterjang banjir bandang. Bencana tersebut mengakibatkan kerusakan pada ratusan rumah warga. “Kena banjir bandang ratusan rumah rusak. Itu sudah kita datangi dan program itu hampir 600-an rumah di sana, sekarang pelaksanaan programnya lagi jalan,” kata Tito.

Sementara itu, selain melakukan peninjauan langsung di Bantul, rombongan juga menggelar dialog secara virtual dengan sejumlah penerima bantuan BSPS di berbagai wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam kesempatan yang sama, dilakukan peresmian secara simbolis pelaksanaan Program BSPS di provinsi tersebut.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags