Presiden Prabowo Copot Kepala BGN dan Dua Wakilnya, Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tak Boleh Dikorupsi

- Kamis, 04 Juni 2026 | 07:00 WIB
Presiden Prabowo Copot Kepala BGN dan Dua Wakilnya, Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tak Boleh Dikorupsi

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak boleh dimanfaatkan sebagai alat untuk memperkaya diri oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Menurutnya, urusan pangan bagi masyarakat, terutama kelompok kurang mampu, merupakan persoalan sakral yang tidak boleh dinodai oleh praktik korupsi. Pernyataan tegas itu disampaikan dalam Konsolidasi Nasional Program MBG yang digelar Badan Gizi Nasional (BGN) di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 3 Juni 2026.

“Saudara-saudara, masalah makan ini masalah sakral. Makan bagi orang susah tidak boleh jadi sarana memperkaya oknum-oknum. Makan paling gampang dikorupsi,” ujar Prabowo di hadapan ribuan peserta yang terdiri dari Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), pengelola dapur MBG, serta para mitra program.

Peringatan keras ini muncul bersamaan dengan langkah tegas pemerintah yang mencopot Kepala BGN Dadan Hindayana, Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung, dan Sonny Sonjaya. Ketiganya kemudian ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung atas dugaan korupsi dalam pelaksanaan program MBG. Presiden mengakui bahwa keputusan untuk mengganti sejumlah pihak yang sebelumnya diberi amanah bukanlah langkah yang mudah.

Dalam momen tersebut, Prabowo mengungkapkan bahwa ia selalu mengingat pesan almarhum ayahandanya, Prof. Sumitro Djojohadikusumo. Sang ayah berpesan agar ia selalu berpihak kepada rakyat saat menghadapi kebingungan atau keraguan dalam mengambil keputusan. “Kalau suatu saat kau dalam keadaan bingung, atau keadaan ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyatmu,” kenang Presiden.

Keputusan pencopotan itu, menurut Prabowo, diambil setelah ia menerima berbagai laporan mengenai kekurangan, kejanggalan, hingga indikasi penyelewengan dalam pelaksanaan program. Ia menekankan bahwa kualitas kepemimpinan menjadi faktor penentu keberhasilan sebuah organisasi. “Pemimpin baik, organisasi baik. Pemimpin tidak baik, organisasi tidak baik. Apalagi pemimpin tidak benar, tidak kompetensi, atau tidak jujur,” tegasnya.

Di sisi lain, Presiden menyoroti peran strategis SPPI sebagai garda terdepan keberhasilan program MBG. Para lulusan SPPI, menurutnya, telah dipersiapkan secara khusus untuk memimpin dan mengelola dapur-dapur MBG di seluruh Indonesia dengan mengedepankan nilai pengabdian, integritas, dan kecintaan terhadap tanah air. “Kita telah mendidik saudara, merekrut saudara, menggembleng saudara, menanam nilai-nilai cinta tanah air, nilai-nilai pengabdian kepada negara dan bangsa, dan diberi tugas untuk memimpin dan me-manage dapur-dapur tersebut,” ucap Prabowo.

Kepala Negara menegaskan bahwa negara tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang mencoba menyalahgunakan amanah rakyat. Ia bahkan menyatakan kesiapan untuk memperkuat kapasitas lembaga pengawasan dan aparat penegak hukum demi memastikan program berjalan sesuai tujuan. “Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Dan tidak ada, tidak ada pengecualian,” tegasnya.

Prabowo meminta seluruh kepala dapur dan anggota SPPI untuk memperkuat pengawasan di lapangan serta tidak terlibat dalam praktik-praktik yang dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap program MBG. Menurut Presiden, keberhasilan program tersebut merupakan amanah besar yang harus dijaga bersama demi masa depan generasi Indonesia. “Makan ini pekerjaan yang mulia bagi kita. Dan ini harus berhasil, akan berhasil, kalian bagian penting. Kalau kalian tidak bekerja dengan baik, kalau kalian tidak sungguh-sungguh, kalau kalian tidak setia dan loyal, silakan minggir. Yang penting kepentingan rakyat di atas semua kepentingan,” pungkasnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar