Bank Danamon Raup Laba Rp2,4 Triliun di Semester I 2026, Kredit Tumbuh 12%

- Jumat, 31 Juli 2026 | 08:15 WIB
Bank Danamon Raup Laba Rp2,4 Triliun di Semester I 2026, Kredit Tumbuh 12%

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membukukan laba bersih periode berjalan sebesar Rp2,4 triliun pada semester I 2026. Total kredit konsolidasian perseroan mencapai Rp230,1 triliun, tumbuh 12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba bersih yang melonjak 33% itu didorong oleh ekspansi kredit yang merata di seluruh lini bisnis, mulai dari enterprise banking, SME banking, consumer banking, hingga anak perusahaan. Chief Financial Officer Bank Danamon, Theresia Andriana Widjaja, mengatakan capaian tersebut mencerminkan berjalannya fungsi intermediasi perseroan di tengah dinamika ekonomi nasional.

“Total kredit tumbuh 12% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Danamon mencatatkan laba bersih tumbuh 33%,” kata Theresia dalam keterangan resmi, Jumat (31/7/2026).

Di sisi penghimpunan dana pihak ketiga, akumulasi giro, tabungan, dan deposito konsolidasian melonjak 14% secara tahunan menjadi Rp181,7 triliun. Pertumbuhan dana masyarakat itu memperkuat kapasitas likuiditas perseroan dalam menopang bisnis utama.

Laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) konsolidasian tercatat Rp5,9 triliun, tumbuh 13% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Theresia menjelaskan, pertumbuhan laba bersih didukung oleh peningkatan pendapatan dan perbaikan kualitas kredit yang tercermin pada penurunan biaya kredit (Cost of Credit) sebesar 12% YoY, serta NIM konsolidasian sebesar 8,1%.

Seiring peningkatan margin dan laba, perseroan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Rasio Loan at Risk (LAR) membaik 263 basis poin menjadi 7,8%, sementara rasio NPL Bruto turun 33 basis poin ke level 1,7%. Rasio cakupan NPL (NPL Coverage Ratio) berada di 282,4% dan rasio cakupan LAR (LAR Coverage) melonjak 795 basis poin YoY menjadi 59,9%.

“Danamon selalu mengedepankan prinsip hati-hatian dalam menjalankan bisnisnya,” ujar Theresia.

Kualitas portofolio aset berjalan beriringan dengan posisi likuiditas dan ketahanan modal yang memadai. Per 30 Juni 2026, rasio cakupan likuiditas (LCR) tercatat 134,8% dan rasio pendanaan stabil bersih (NSFR) 112,3%. Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) terjaga di level 22,3%. “Kualitas aset tersebut juga terjaga bersamaan dengan likuiditas dan permodalan yang tetap kuat,” kata Theresia.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags