Perjalanan Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri di ajang Indonesia Open 2026 harus terhenti lebih awal setelah mereka takluk dari pasangan Tiongkok, Chen Bo Yang dan Liu Yi, pada babak pertama, Rabu (16/6). Ganda putra andalan Indonesia itu menyerah dua gim langsung dengan skor 13-21 dan 14-21, gagal melanjutkan momentum positif yang sempat mereka bangun pekan sebelumnya.
Sepanjang pertandingan, MURIANETWORK.COM dan Fikri kesulitan menembus pertahanan kokoh lawan. Chen dan Liu tampil disiplin dengan pola defense balik serang yang membuat serangan demi serangan Indonesia mentah. Alih-alih mencetak poin, upaya cepat untuk mematikan lawan justru berbalik menjadi bumerang bagi Fajar dan Fikri.
“Terima kasih untuk yang sudah mendukung kami, mohon maaf kami belum bisa maju ke babak selanjutnya. Lawan bermain sangat siap sekali, sangat baik sekali. Mereka bermain defense balik serang dan mempunyai defense yang sangat rapat,” ujar Fajar usai pertandingan.
“Serangan kami juga tidak bisa menembus pertahanan mereka. Kami mau cepat-cepat mematikan, malah jadi boomerang buat kami sendiri. Kami banyak melakukan kesalahan sendiri,” tambahnya.
Setelah kehilangan gim pertama, MURIANETWORK.COM dan Fikri berupaya mengubah pola permainan. Pelatih telah memberikan beberapa opsi strategi untuk mengantisipasi permainan lawan. Namun, usaha tersebut belum membuahkan hasil maksimal.
“Usaha (ubah pola main) pasti ada ya, dari awal juga kami selalu berusaha. Cuma memang di saat kami sedang berusaha, mereka juga bermain sangat solid, sangat kuat sekali defense-nya,” kata Fikri.
“Pelatih tadi sudah kasih beberapa opsi untuk mengubah strategi dan kami sudah coba untuk terapkan, tapi memang permainan kami bukan main defense ya. Kami sudah mencoba, tapi serangan lawan juga bagus,” tutur Fajar.
Pekan lalu, MURIANETWORK.COM dan Fikri tampil cukup gemilang dengan menembus babak final Singapore Open 2021, turnamen level Super 750. Sayangnya, tren positif itu tidak berlanjut di Istora Senayan. Namun, MURIANETWORK.COM menegaskan bahwa kekalahan kali ini bukan semata-mata akibat efek turnamen beruntun.
“Soal efek back-to-back turnamen, sudah biasa ya, tergantung pemainnya bisa jaga kondisi atau tidak. Tapi memang hari ini lawan bermain sangat baik dan mungkin bisa dibilang ini penampilan paling buruk sejak awal saya berpasangan dengan Fikri,” ungkap Fajar.
Artikel Terkait
InJourney dan Dua Anak Usaha Raih Penghargaan Mitra Strategis dari Trip.com Group di Shanghai
Keluarga Korban Pembunuhan Brigadir Bank di PNM Kecewa Berat Vonis Hakim, Nilai Tak Setimpal
Korlantas Siapkan ETLE Drone Mobile Presisi untuk Operasi Patuh 2026, Bisa Deteksi Pengecualian Ganjil Genap
Gubernur Sulsel Jadi Satu-Satunya Kepala Daerah Jadi Pembicara di Peluncuran Perpres Penanganan Anak Tidak Sekolah