Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar dalam sepekan terakhir memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Truk barang dan angkutan umum terpaksa menunggu berjam-jam demi mendapatkan solar, sementara sebagian sopir harus berkeliling dari satu SPBU ke SPBU lain untuk mencari stok yang masih tersedia.
Salah satu titik antrean terparah terlihat di SPBU Dusun Mulung, Desa Bogorejo, Kecamatan Merakurak. Puluhan kendaraan mengular hingga keluar area SPBU akibat tingginya permintaan yang tidak diimbangi ketersediaan stok. Para sopir mengaku harus merogoh kesabaran ekstra karena waktu tunggu yang tidak menentu.
Wahyudi, sopir truk asal Kecamatan Kerek, mengaku sudah mengantre hampir tiga jam saat ditemui di lokasi. Menurutnya, hampir seluruh SPBU di wilayah Tuban mengalami kondisi serupa. “Antre solar. Sudah hampir tiga jam. Iya, di mana-mana antre semua. Semua pom antre. Sudah satu mingguan, satu minggu, susah terkendala,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Kondisi ini tidak hanya terjadi di Kecamatan Merakurak. Antrean panjang juga terlihat di SPBU Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding. Dalam video amatir yang direkam warga, deretan kendaraan tampak mengular panjang sebelum akhirnya stok solar di SPBU tersebut dilaporkan habis. Para sopir pun harus berpindah tempat demi mencari bahan bakar yang masih tersedia.
Kelangkaan solar yang sudah berlangsung sekitar satu pekan ini turut mengganggu aktivitas distribusi barang. Wahyudi menuturkan, keterlambatan mendapatkan solar membuat jadwal pengiriman barang menjadi kacau. Waktu tempuh perjalanan yang seharusnya bisa diselesaikan tepat waktu kini menjadi lebih lama karena harus menyisihkan waktu untuk mengantre.
Para sopir berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan tersebut. Mereka mendesak adanya kepastian pasokan solar di setiap SPBU agar tidak perlu lagi menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mengisi bahan bakar yang dibutuhkan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Artikel Terkait
Inti Agri Resources Terancam Delisting Usai Suspensi Saham Lebih dari Lima Tahun Imbas Kasus Jiwasraya
Dirjen Imigrasi Dukung Penuh KPK Usai OTT Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Barat
KSP Sebut Jual-Beli Titik Dapur MBG Jadi Salah Satu Alasan Prabowo Copot Dadan Hindayana
Kejaksaan Agung Geledah Kantor Badan Gizi Nasional Sehari Setelah Perombakan Pimpinan