SpaceX Targetkan IPO Terbesar dalam Sejarah, Incar Dana Rp1.200 Triliun

- Rabu, 03 Juni 2026 | 09:55 WIB
SpaceX Targetkan IPO Terbesar dalam Sejarah, Incar Dana Rp1.200 Triliun

SpaceX, perusahaan antariksa yang dipimpin Elon Musk, berencana menggelar penawaran umum perdana (IPO) dengan target penggalangan dana sebesar 75 miliar dolar AS. Rencana tersebut akan direalisasikan melalui penjualan sekitar 555,6 juta saham dengan harga 135 dolar AS per lembar.

Dalam aksi korporasi yang dinilai sebagai salah satu IPO terbesar dalam sejarah, SpaceX membidik valuasi perusahaan mencapai 1,75 triliun dolar AS. Seluruh saham yang ditawarkan merupakan saham baru, tanpa melibatkan pemegang saham lama dalam proses penjualan. Roadshow untuk penawaran ini dijadwalkan dimulai pada Kamis pekan depan, setelah sebelumnya perusahaan menargetkan penetapan ketentuan akhir IPO pada Rabu sore.

IPO SpaceX menjadi bagian dari gelombang perusahaan rintisan besar yang akan melantai di bursa efek Amerika Serikat tahun ini. Perusahaan rintisan kecerdasan buatan seperti OpenAI dan Anthropic juga dikabarkan akan mengikuti jejak serupa dalam beberapa bulan mendatang.

SpaceX selama ini dikenal sebagai pemain swasta terbesar di industri antariksa global. Elon Musk, yang juga menjabat sebagai CEO Tesla, kerap menyuarakan ambisi besar bagi perusahaannya, termasuk misi antariksa jangka panjang hingga rencana pengoperasian pusat data kecerdasan buatan di luar angkasa.

Di sisi lain, kondisi keuangan SpaceX menunjukkan gambaran yang tidak sepenuhnya positif. Dua dari tiga unit bisnis utama perusahaan dinilai masih menjadi penguras kas. Hanya unit komunikasi satelit Starlink yang tercatat menghasilkan keuntungan sejauh ini.

Berdasarkan laporan keuangan, SpaceX mencatat pendapatan sebesar 18,67 miliar dolar AS pada tahun 2025. Namun, perusahaan juga membukukan kerugian bersih mencapai 4,94 miliar dolar AS. Kerugian tersebut sebagian besar disebabkan oleh akuisisi terhadap xAI, perusahaan rintisan di bidang kecerdasan buatan yang juga didirikan oleh Musk.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar