Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, mengumumkan langkah baru untuk menekan Iran dengan menghentikan akses maskapai penerbangan negara itu terhadap hak pendaratan, layanan pengisian bahan bakar, dan penjualan tiket di wilayah Amerika Serikat. Kebijakan ini diumumkan melalui unggahan di platform X pada Kamis, 28 Mei 2026, tanpa disertai penjelasan rinci mengenai maskapai mana yang akan menjadi sasaran.
“Kami akan menghentikan akses kedua maskapai Iran terhadap hak pendaratan, pengisian bahan bakar, dan penjualan tiket,” tulis Bessent. Ia juga memperingatkan bahwa hanya hasil negosiasi yang memuaskan yang dapat mencegah semakin memburuknya hubungan antara kedua negara.
Meski tidak menyebutkan nama secara spesifik, dua maskapai Iran yang telah lama menjadi sorotan adalah Iran Air dan Mahan Air. Iran Air, sebagai maskapai nasional, sebelumnya telah masuk dalam daftar sanksi Departemen Luar Negeri AS, sementara Mahan Air juga pernah menjadi target sanksi serupa dari Washington.
Namun, dalam konferensi pers di Gedung Putih pada hari yang sama, Bessent menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak akan membatasi perjalanan untuk kepentingan keagamaan. “Kami tidak akan membatasi pergerakan untuk alasan keagamaan, sehingga warga Iran yang ingin menunaikan ibadah ke Makkah atau Madinah akan tetap diizinkan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pengecualian juga akan diberikan untuk alasan kemanusiaan yang sah.
Pengumuman ini muncul sehari setelah Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi terhadap Persian Gulf Strait Authority, otoritas baru Iran yang mengelola tarif pelayaran di Selat Hormuz. Langkah itu merupakan respons atas penguatan kontrol Iran di jalur pelayaran strategis tersebut, yang terjadi setelah perang AS-Israel melawan Tehran dimulai pada 28 Februari. Selat Hormuz merupakan salah satu rute utama distribusi energi dunia, sehingga gangguan di wilayah itu telah mendorong kenaikan biaya energi global.
Sementara itu, meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak 8 April dan upaya mediasi dari Pakistan masih berlangsung, pasukan AS dan Iran dilaporkan kembali saling melancarkan serangan pada Kamis. Ketegangan di kawasan terus berlanjut di tengah upaya diplomatik yang belum menunjukkan hasil signifikan.
Artikel Terkait
Iran Tuding AS Beralih ke Perang Ekonomi dan Kognitif setelah Gagal di Medan Tempur
Trump Tegaskan Sanksi ke Iran Tak Akan Dicabut Meski Negosiasi Damai Masih Berlangsung
Netanyahu Perintahkan Militer Kuasai 70 Persen Gaza, Ruang Hidup Warga Palestina Makin Tersempit
Polsek Cengkareng Bongkar Komplotan Begal Bermodus Tuduh Korban Aniaya Keluarga