Rusia kembali melancarkan serangan rudal hipersonik ke Ukraina, menewaskan sedikitnya empat orang dalam agresi militer terbarunya. Serangan itu menjadi bagian dari eskalasi konflik yang kian memanas di kawasan Eropa Timur.
Dalam perkembangan yang terpantau pada Minggu (24/5/2026), Moskwa sebelumnya telah menyampaikan ancaman akan melancarkan serangan besar-besaran ke Ukraina. Ancaman itu muncul setelah bertambahnya jumlah korban tewas akibat serangan terhadap sebuah perguruan tinggi dan asrama di wilayah yang dikuasai Rusia. Pihak Rusia mengklaim jumlah korban tewas dalam insiden tersebut mencapai 18 orang.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan bahwa negaranya telah menerima peringatan dini mengenai potensi serangan baru dari Rusia. Ia menyebut data intelijen menunjukkan Moskwa akan menggunakan rudal Oreshnik dalam operasi militer berikutnya.
“Dinas intelijen kami melaporkan telah menerima data, termasuk dari mitra Amerika dan Eropa, tentang Rusia yang sedang mempersiapkan serangan dengan rudal Oreshnik,” ujar Zelensky dalam pernyataan resminya.
Rudal Oreshnik merupakan salah satu persenjataan canggih Rusia yang mampu membawa hulu ledak nuklir. Menghadapi ancaman tersebut, Zelensky menegaskan bahwa pihaknya telah bersiap untuk merespons setiap kemungkinan serangan.
Di sisi lain, Zelensky juga mengimbau warga sipil untuk segera mencari tempat perlindungan guna mengantisipasi dampak serangan. Peringatan serupa turut disampaikan oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kyiv, yang mengingatkan warga negaranya dan masyarakat umum untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi serangan rudal dalam waktu dekat.
Artikel Terkait
Polisi Turun Tangan Usai Viral Monyet Dirantai di Lampu Merah Margonda Depok
Wakil Kepala BGN: Keberlanjutan Makan Bergizi Gratis Tergantung Pengawas Gizi dan Juru Masak
Arsenal Juara Premier League 2025/2026, Akhir Penantian 22 Tahun
MNCTV Road To Kilau Raya Meriahkan HUT ke-479 Kota Semarang dengan Musik Dangdut dan Atraksi Sulap