Banjir Landa Palabuhanratu, Sungai Cipalabuhan Meluap dan Rendam Puskesmas hingga Pasar

- Minggu, 24 Mei 2026 | 22:00 WIB
Banjir Landa Palabuhanratu, Sungai Cipalabuhan Meluap dan Rendam Puskesmas hingga Pasar

Hujan deras yang mengguyur kawasan Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat, menyebabkan banjir di sejumlah titik pada Minggu (24/5/2026). Bencana ini tidak hanya dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan, tetapi juga akibat meluapnya Sungai Cipalabuhan yang sudah tidak mampu lagi menampung debit air.

Genangan air pertama kali terlihat di sekitar Jembatan Cipalabuhan, di mana arus sungai nyaris sejajar dengan permukaan jalan. Kondisi ini memicu kepanikan di kalangan warga yang bermukim di bantaran sungai. Banjir tidak hanya merendam kawasan permukiman, tetapi juga menyapu sejumlah ruas jalan utama, termasuk area vital seperti Pasar Palabuhanratu dan perempatan terminal.

Fasilitas publik pun ikut terdampak. Puskesmas Palabuhanratu, misalnya, turut tergenang air. Warga setempat mengungkapkan bahwa banjir di lokasi tersebut sudah menjadi langganan setiap kali sungai meluap.

“Lihat di pasar itu meluap, yang sebelah sana yang mau ke Babakan Gumelar. Yang jalan ke Bakso Sabar, pas tikungan perempatan terminal,” ujar Khoer, seorang warga, saat dihubungi melalui sambungan telepon pada hari yang sama.

Menurut Khoer, luapan air semakin parah akibat adanya penyumbatan di area jembatan. Ia menjelaskan bahwa terdapat fondasi penyangga jembatan yang berada tepat di tengah aliran sungai, tepatnya di pertigaan. Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa Sungai Cipalabuhan belum mendapatkan penanganan pengerukan sejak tahun lalu, sehingga sedimentasi dan sampah turut memperburuk kondisi.

Sementara itu, banjir juga melanda wilayah Kecamatan Simpenan, tepatnya di Kampung Ciporekat. Berbeda dengan genangan di pusat kota, luapan air di sini berasal dari kawasan perbukitan dan membawa material lumpur yang sangat pekat. Dari deskripsi visual di lokasi, air berwarna cokelat kental bercampur tanah, batu, dan sisa ranting pohon mengalir deras menuruni jalanan desa yang memiliki kemiringan cukup curam.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags