Pemandangan berbeda menyambut di kawasan timur Lembah Mina yang membentang ke arah distrik Mua'sim, Makkah, Arab Saudi. Jika biasanya bangunan di sepanjang jalan didominasi warna putih atau krem seperti pasir gurun, satu kompleks justru mencolok dengan cat warna-warni pada setiap unitnya merah, hijau, hingga biru. Kompleks itu adalah pusat operasi penyembelihan hewan kurban resmi Pemerintah Arab Saudi, Adahi.
Lembaga yang memiliki nama resmi The Kingdom of Saudi Arabia Project for Utilization of Hady and Adahi ini melayani penyembelihan hewan kurban, dam (denda), fidyah, aqiqah, dan sedekah bagi jamaah haji, umrah, serta pengunjung Makkah sepanjang tahun. Menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, Adahi terus bersiap melaksanakan pemotongan ribuan hewan. Saat dikunjungi pada Sabtu (23/5/2026) lalu, belum terlihat aktivitas berarti di lokasi.
Di pusat rumah penyembelihan ini, terdapat tujuh kompleks yang menyediakan layanan berkualitas tinggi. Seluruh operasi berlangsung dalam sistem terpadu untuk mempermudah prosedur dan memenuhi ketentuan syariat mulai dari penerbitan voucher hingga penyembelihan, pengolahan, pendinginan, pengemasan, transportasi, dan distribusi kepada penerima manfaat yang memenuhi syarat, baik di dalam maupun luar Kerajaan.
General Manager Hady & Adahi Program, Seraj Mohammed Alfelail, menegaskan bahwa Adahi menerapkan standar ketat terhadap hewan kurban. Setiap hewan menjalani pemeriksaan untuk memastikan usia sesuai syariat dan memenuhi standar kesehatan. Setelah pemotongan, daging dibersihkan menggunakan pabrik otomatis. Tempat ini juga dilengkapi fasilitas penyimpanan dingin di lantai dasar dan 20 freezer besar yang dijaga pada suhu minus 25 derajat Celsius.
“Proyek ini memiliki kapasitas untuk menyembelih 1,5 juta domba dan 10.000 unta atau sapi. Untuk Haji 2026, otoritas telah menerima permintaan lebih dari 800.000 hewan kurban,” ujar Seraj.
Proyek ini disebut sebagai sistem otomatis terbesar di dunia dalam hal teknologi dan sumber daya manusia. Adahi mempekerjakan 25.000 personel, termasuk 17.000 tukang jagal berpengalaman, untuk mengelola penyembelihan, pengemasan berteknologi tinggi, dan penyimpanan berpendingin yang besar.
Didirikan pada 1403 Hijriah atau 1983, Adahi merupakan fasilitas penting bagi jamaah haji dan umrah. Proyek ini lahir dari pengalaman masa lalu ketika sebagian besar jamaah haji yang berkurban menyebabkan banyak daging terbuang sia-sia karena jumlah yang begitu besar. Belajar dari situasi tersebut, otoritas menggagas rumah jagal terpadu untuk penyembelihan dan pemotongan hewan kurban. Kini, distribusi hewan kurban telah menembus lebih dari 27 negara.
“Operasi diawasi oleh tim khusus, serta komite syariah, veteriner, dan teknis, untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan keagamaan dan kesehatan yang disetujui, yang berkontribusi pada penyampaian layanan yang andal dan aman kepada Tamu Allah,” demikian keterangan resmi Adahi.
Artikel Terkait
Pemuda Hilang Terseret Arus Kali Bekasi saat Hendak Memancing, Tim SAR Lakukan Penyisiran
Tijjani Reijnders, Gelandang Manchester City, Ucapkan Selamat atas Hat-trick Gelar Persib Bandung
Empat Klub Berebut Tiket Liga Champions di Laga Pamungkas Serie A
Peneliti BRIN Raih Gelar Doktor di Usia 62 Tahun dari ITB