Perum Bulog Cabang Bone mengirimkan sebanyak 2.000 ton jagung ke Tulungagung, Jawa Timur, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional. Langkah ini menegaskan kembali peran Kabupaten Bone sebagai salah satu daerah penyangga pangan utama di Indonesia.
Jagung yang dikirim tersebut berasal dari hasil serapan petani di Bone dan akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak, khususnya untuk sektor peternakan ayam petelur di Tulungagung. Pengiriman ini merupakan bagian dari program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijalankan pemerintah melalui Bulog.
Kepala Perum Bulog Cabang Bone, Andi Iskandar Zulkarnaeng, mengatakan bahwa pengiriman ini membuktikan kualitas dan kuantitas produksi jagung petani Bone mampu bersaing di tingkat nasional. Menurutnya, jagung asal Bone tidak hanya mencukupi kebutuhan daerah sendiri, tetapi juga dipercaya untuk menyuplai kebutuhan antarwilayah.
“Ketika Bulog di suatu daerah kekurangan pasokan, mereka bisa meminta dari Bulog daerah lain. Kami terus berupaya menyerap hasil panen petani dengan harga yang baik, lalu mendistribusikannya ke daerah yang membutuhkan. Harapannya, petani di Bone semakin sejahtera dan semangat meningkatkan produksi,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (23/5/2026).
Bulog Bone memastikan bahwa seluruh jagung yang dikirim telah melalui proses pemeriksaan dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Hal ini penting untuk menjamin keamanan jagung sebagai bahan baku industri pakan ternak.
“Ke depan, kami berharap Bone tetap menjadi salah satu sentra jagung nasional yang mampu mendukung ketahanan pangan Indonesia,” tambah Andi Iskandar.
Sementara itu, Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, menyambut baik pengiriman tersebut. Menurutnya, pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa Kabupaten Bone memiliki potensi besar sebagai daerah penyangga pangan nasional.
“Ini tentu menjadi kebanggaan bagi masyarakat Bone. Jagung hasil panen petani kita tidak hanya memenuhi kebutuhan daerah sendiri, tetapi juga mampu menopang kebutuhan daerah lain di Indonesia,” katanya.
Bupati menegaskan bahwa sektor pertanian, khususnya komoditas jagung, menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pemerintah akan terus memberikan dukungan kepada petani, mulai dari peningkatan produksi hingga penguatan distribusi hasil panen.
“Kami berharap sinergi antara pemerintah, Bulog, dan petani terus terjalin dengan baik agar produksi jagung Bone semakin meningkat dan kesejahteraan petani juga ikut terangkat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi langkah Bulog Bone yang konsisten menyerap hasil panen petani dan membantu menjaga stabilitas harga di tingkat petani. Menurutnya, Bone memiliki lahan pertanian yang luas dan potensi yang luar biasa.
“Jika dikelola maksimal, daerah ini akan terus menjadi salah satu lumbung pangan utama di Indonesia,” tutupnya.
Pemerintah berharap sinergi antara petani, Bulog, dan pemerintah daerah dapat terus memperkuat rantai pasok pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani jagung di daerah.
Artikel Terkait
PT Pelayaran Nelly Bagikan Dividen Rp23,5 Miliar, Rp10 per Saham
Pelatih Persija Mauricio Souza Buktikan Ada Pembicaraan Perpanjangan Kontrak
Harga Emas Antam Melemah, IHSG Menguat di Tengah Optimisme Pasar dan Penyaluran BPNT Tahap Kedua
Iran Pindahkan Markas Piala Dunia 2026 ke Tijuana, Hindari Komplikasi Visa AS