Presiden Prabowo Akan Sampaikan Langsung Kerangka Ekonomi Makro dan Fiskal 2027 di Paripurna DPR

- Rabu, 20 Mei 2026 | 06:35 WIB
Presiden Prabowo Akan Sampaikan Langsung Kerangka Ekonomi Makro dan Fiskal 2027 di Paripurna DPR

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri langsung rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara akan menyampaikan pidato mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) yang akan menjadi acuan dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan kehadiran Presiden Prabowo bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Menurutnya, momentum bersejarah ini sengaja dipilih untuk memperkuat persatuan bangsa dalam menghadapi tantangan perekonomian.

“Kebetulan tanggal 20 (Mei), hari Kebangkitan Nasional, jadi Presiden ingin memanfaatkan momentum untuk sekali lagi kita menyatukan pandangan dan kekuatan sebagai satu bangsa. Terutama di dalam menjalankan tugas menjaga perekonomian bangsa kita,” tegas Prasetyo kepada awak media.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan bahwa langkah Presiden Prabowo menjadi presiden pertama yang menyampaikan langsung kerangka ekonomi dan fiskal di hadapan parlemen. Ia mengaku baru mengecek hal tersebut dan menyebutnya sebagai peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Saya baru cek tadi, mungkin ini baru pertama kali ya. Iya,” kata Dasco.

Dasco menjelaskan, agenda rapat paripurna ini berkaitan dengan penyampaian kebijakan ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal pemerintah. Ia menegaskan bahwa tidak ada peraturan yang melarang presiden hadir dalam forum tersebut. Selama ini, Menteri Keuangan pada dasarnya hanya bertindak sebagai wakil presiden.

“Kan sebenarnya para menteri itu mewakili presiden. Sehingga kan tidak ada aturan yang kemudian membuat seorang Presiden tidak bisa, kan bisa langsung. Itu boleh-boleh saja. Namanya ini pengantar untuk penyusunan APBN 2026,” paparnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar