Tim Pengawas Haji Dewan Perwakilan Rakyat periode 2026 melakukan kunjungan kerja ke Daerah Kerja Madinah pada Senin lalu untuk mengawasi penyelenggaraan ibadah haji serta memastikan kondisi para jemaah. Langkah ini diambil sebagai bagian dari tugas pengawasan parlemen terhadap pelaksanaan salah satu ibadah tahunan terbesar umat Islam tersebut.
Ketua Timwas Haji DPR, Cucun Ahmad Syamsurizal, mengungkapkan bahwa berdasarkan evaluasi yang dilakukan, jumlah jemaah pada fase pertama telah mencapai 103.732 orang. Ia menilai bahwa pelayanan haji tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Pelayanannya sangat luar biasa dibanding dengan pelaksanaan haji-haji sebelumnya. Karena ada terobosan-terobosan baru bagaimana cara penanganan jemaah haji ini secara mengedepankan lebih familiar, kemudian juga dengan penuh hati melayani," kata Cucun.
Menurutnya, peningkatan layanan tidak hanya terlihat dari sisi pendekatan petugas kepada jemaah, tetapi juga dari aspek akomodasi. Ia menyebutkan bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah, jemaah reguler ditempatkan di hotel-hotel bintang lima di kawasan Markaziyah sekitar Masjid Nabawi.
"Termasuk akomodasi yang baru, sejarah di Republik kita ini, ada jemaah reguler bisa diinapkan di hotel-hotel bintang lima daerah Markaziyah, seputaran Masjid Nabawi. Yang dipergunakan Dar Al Iman InterContinental, Millennium Al Aqeeq, Hilton Madinah, Dar Al Taqwa, Sofitel, Millennium Taiba, InterContinental Dar Al Hijra," tambah dia.
Sementara itu, Timwas Haji DPR juga memberikan apresiasi kepada pemerintah dan Presiden Prabowo atas penyelenggaraan haji yang dinilai semakin baik, terutama dari sisi kesehatan jemaah. Cucun menyebutkan bahwa angka kematian jemaah mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
"Termasuk laporan dari tim kesehatan tadi, angka apa? Wafat juga menurun dibanding dengan tahun sebelumnya. Ini adalah satu penanganan dan screening yang betul-betul luar biasa sejak keberangkatan. Tidak sembarangan memberangkatkan jemaah," kata Cucun.
Hingga saat ini, jumlah jemaah yang wafat di Tanah Suci tercatat sebanyak 15 orang. Cucun menjelaskan bahwa sebagian besar dari mereka merupakan jemaah berisiko tinggi yang telah teridentifikasi sejak awal.
"Nah, ini bukti wujud bagaimana persiapan Kementerian Haji mempersiapkan penyelenggaraan haji ini. Termasuk kita cek tadi kateringnya. Ada enggak? Pernah pengalaman ada satu katering yang basi, kemudian sudah terdeteksi dari awal oleh tim pengawas kasi katering yang ada di daerah kerja Madinah," ucap dia.
Di sisi lain, Cucun menambahkan bahwa Timwas Haji DPR selanjutnya akan bergerak ke Makkah untuk melanjutkan pengawasan terhadap layanan jemaah. Ia berharap temuan di lapangan dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
"Insyaallah di Mekah ada beberapa catatan-catatan yang harus kita lakukan pengawasan. Bahkan bisa meningkatkan dari layanan ini," kata Cucun.
Artikel Terkait
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green 95 per 10 Juni 2026
The Super Mario Galaxy Movie Tembus Satu Miliar Dolar AS di Box Office Global
OJK: Program Penjaminan Polis Jadi Fondasi Baru Perlindungan Pemegang Polis
Joey Pelupessy Akui Duet dengan Ivar Jenner di Lini Tengah Timnas Indonesia Mulai Tumbuh