Militer Israel mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di perairan sekitar Siprus, Mediterania Timur, dan hingga saat ini sepuluh kapal dikonfirmasi telah ditangkap.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Yvonne Mewengkang, menyatakan bahwa kapal-kapal yang ditahan mencakup Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys. Informasi ini diperoleh dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).
Pemerintah Indonesia melalui Kemlu RI mendesak Israel untuk segera membebaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan. Desakan itu juga mencakup jaminan kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai dengan ketentuan hukum humaniter internasional.
Yvonne menambahkan bahwa para relawan Indonesia berlayar dengan semangat solidaritas dan membawa bantuan logistik. Sementara itu, wartawan yang turut serta dalam rombongan tersebut tengah menjalankan tugas jurnalistik dan kemanusiaan.
Sejak awal, Kemlu RI telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman untuk menyiapkan langkah antisipatif. Langkah ini bertujuan memastikan keselamatan para WNI sekaligus mempercepat proses pemulangan mereka jika diperlukan.
Di sisi lain, Kemlu RI terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait guna memperoleh informasi terkini mengenai kondisi para WNI. Persiapan langkah kontingensi juga dilakukan, termasuk fasilitasi perlindungan dan percepatan proses pemulangan.
"Pelindungan WNI akan terus menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia di tengah situasi yang berkembang sangat cepat," tegas Yvonne.
Artikel Terkait
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green 95 per 10 Juni 2026
The Super Mario Galaxy Movie Tembus Satu Miliar Dolar AS di Box Office Global
OJK: Program Penjaminan Polis Jadi Fondasi Baru Perlindungan Pemegang Polis
Joey Pelupessy Akui Duet dengan Ivar Jenner di Lini Tengah Timnas Indonesia Mulai Tumbuh