Kemnaker Naikkan Kuota Magang Nasional 2026 Jadi 150 Ribu, Peserta Dapat Insentif Setara UMP

- Senin, 18 Mei 2026 | 03:30 WIB
Kemnaker Naikkan Kuota Magang Nasional 2026 Jadi 150 Ribu, Peserta Dapat Insentif Setara UMP

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meningkatkan kuota program Magang Nasional tahun 2026 menjadi 150 ribu peserta, naik signifikan dari alokasi tahun sebelumnya yang hanya 100 ribu orang. Langkah ini diambil untuk memperluas kesempatan bagi tenaga kerja muda mendapatkan pengalaman praktis di dunia industri dan pemerintahan.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, menjelaskan bahwa para peserta akan ditempatkan di berbagai instansi, baik swasta maupun pemerintah, selama enam bulan. Selama periode tersebut, mereka akan menjalani proses pembelajaran dan pendampingan langsung dari mentor yang telah berpengalaman di bidangnya masing-masing.

"Mereka kita beri pekerjaan atau magang di suatu instansi, baik swasta maupun pemerintah. Dan mereka selama 6 bulan dididik bersama mentor yang memang profesional di bidangnya," ujar Afriansyah Noor pada Minggu (17/5/2026).

Selain mendapatkan bimbingan, setiap peserta magang juga akan menerima insentif dari pemerintah. Besaran insentif tersebut setara dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) sesuai dengan wilayah tempat penempatan. Sebagai gambaran, peserta yang ditempatkan di Jakarta akan memperoleh insentif sekitar Rp5,8 juta per bulan.

"Kalau dia dapatnya Jakarta, mereka mendapatkan per bulan itu 5,8 juta," katanya.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menambahkan bahwa program ini tidak hanya berhenti pada pemberian pengalaman kerja. Pemerintah juga akan memberikan sertifikasi kompetensi secara gratis kepada seluruh peserta Magang Nasional 2026. Sertifikat ini dirancang sebagai bukti formal atas keterampilan yang telah diperoleh selama magang dan diharapkan dapat memperkuat posisi mereka saat bersaing di pasar kerja.

"Sertifikasi kompetensi ini kami berikan secara cuma-cuma sebagai bentuk apresiasi sekaligus modal bagi para peserta. Kami ingin lulusan magang tidak hanya membawa pengalaman praktis, tetapi juga memiliki bukti formal yang diakui secara luas oleh industri," kata Yassierli.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar