Capcom Cetak Rekor Penjualan 59 Juta Kopi Gim, Didorong ‘Resident Evil Requiem’

- Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:30 WIB
Capcom Cetak Rekor Penjualan 59 Juta Kopi Gim, Didorong ‘Resident Evil Requiem’

Capcom, perusahaan pengembang gim asal Jepang, menorehkan catatan bersejarah sepanjang tahun fiskal 2025-2026. Perusahaan itu berhasil membukukan penjualan sebanyak 59,07 juta kopi gim secara global, meningkat sekitar 13,9 persen dibandingkan periode sebelumnya. Angka tersebut sekaligus menjadi rekor penjualan tertinggi yang pernah diraih Capcom dalam satu tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2026.

Kesuksesan itu tidak lepas dari kontribusi besar waralaba Resident Evil. Judul terbaru, Resident Evil Requiem, menjadi motor utama pertumbuhan dengan mencatat penjualan 6,91 juta kopi. Capaian tersebut langsung menempatkannya sebagai gim terlaris Capcom sepanjang periode tersebut dan memperkuat dominasi franchise horor itu di pasar global.

Di samping judul anyar, sejumlah gim lawas Capcom juga masih menunjukkan performa tangguh. Remake Resident Evil 4 terjual 3,69 juta kopi, disusul Resident Evil Village dengan 3,62 juta kopi, serta Remake Resident Evil 3 yang mencapai 3,46 juta kopi. Sementara itu, Devil May Cry 5 mencatat penjualan 2,71 juta kopi dan Street Fighter 6 menyumbang 2,04 juta kopi.

Menariknya, penjualan gim digital kini mendominasi bisnis Capcom. Sekitar 93 persen dari total penjualan berasal dari versi unduhan digital, menandakan pergeseran perilaku konsumen yang semakin meninggalkan format fisik. Di sisi lain, penjualan katalog gim lama masih menjadi tulang punggung perusahaan. Capcom menyebut kontribusi katalog lawas mencapai lebih dari 80 persen terhadap total volume penjualan tahunan mereka.

Pasar seperti Amerika Serikat, Inggris, dan China disebut menjadi wilayah dengan kontribusi besar terhadap pertumbuhan bisnis Capcom dalam beberapa tahun terakhir. Dalam laporan perusahaan, Capcom juga menegaskan akan terus berinvestasi pada teknologi pengembangan gim untuk meningkatkan efisiensi produksi di masa depan.

"Perusahaan terus secara agresif mengejar investasi pertumbuhan yang bertujuan untuk membangun lingkungan pengembangannya. Ini termasuk penelitian dan pengembangan teknologi mutakhir seperti mesin gim miliknya sendiri, investasi pengembangan lainnya, dan penggunaan AI generatif untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas proses pengembangan gim," ungkap Capcom dalam pernyataan resminya.

Untuk tahun fiskal 2027, Capcom memasang target ambisius dengan membidik penjualan hingga 65 juta unit gim secara global. Target tersebut akan didorong lewat sejumlah judul baru yang tengah dipersiapkan perusahaan. Beberapa gim besar yang diproyeksikan menjadi motor penjualan berikutnya antara lain Pragmata, Onimusha: Way of the Sword, hingga Mega Man: Dual Override. Kehadiran waralaba lawas dengan pendekatan modern diyakini menjadi strategi utama Capcom mempertahankan momentum pertumbuhan.

Tidak hanya fokus di industri gim, Capcom juga memperluas ekspansi bisnis hiburannya ke sektor film dan serial adaptasi. Perusahaan dijadwalkan menghadirkan anime Devil May Cry serta film Street Fighter yang direncanakan rilis pada Oktober mendatang.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags