Newcastle United Resmi Tunjuk Matthias Jaissle sebagai Manajer Baru

- Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:15 WIB
Newcastle United Resmi Tunjuk Matthias Jaissle sebagai Manajer Baru

Newcastle United resmi menunjuk Matthias Jaissle sebagai manajer anyar mereka. Pelatih asal Jerman berusia 38 tahun itu menggantikan Eddie Howe yang mundur setelah membawa tim finis di peringkat ke-12 Liga Inggris musim 2025-2026. Langkah ini menandai babak baru bagi The Magpies, yang kini mengubah haluan strategi dengan fokus pada pengembangan pemain muda.

Jaissle sebelumnya menukangi Al Ahli di Arab Saudi dan pernah membawa RB Salzburg meraih gelar juara Liga Austria. Keputusan merekrutnya diambil seiring perubahan arah kebijakan klub di bursa transfer, yang kini lebih mengutamakan perburuan talenta muda.

Eksodus Pemain Bintang

Perubahan strategi ini tak lepas dari pengetatan regulasi finansial yang diterapkan Premier League dan UEFA. Newcastle pun kehilangan sejumlah pilar utamanya. Sandro Tonali dilepas ke Tottenham Hotspur dengan nilai transfer 108 juta euro, Anthony Gordon ke Barcelona sebesar 80 juta euro, dan Alexander Isak yang lebih dulu hengkang. Bruno Guimaraes serta Lewis Hall juga dikabarkan berada di ambang pintu keluar.

Untuk menambal lubang yang ditinggalkan para bintang, manajemen Newcastle menggelontorkan dana hingga 130 juta euro untuk merekrut empat pemain di bawah usia 21 tahun. Salah satunya adalah Bazoumana Toure yang diboyong dari Hoffenheim dengan banderol 50 juta euro. Klub juga mendatangkan kiper Lukas Hornicek senilai 30 juta euro serta Aladji Bamba dari Monaco seharga 34 juta poundsterling.

Perpisahan dengan Eddie Howe

Eddie Howe memutuskan mundur setelah hampir lima tahun menangani Newcastle sejak November 2021. Selama masa baktinya, ia sukses membawa klub dua kali lolos ke Liga Champions dan mempersembahkan trofi Piala Liga pada musim 2024-2025. Bruno Guimaraes menjadi pemain yang paling sering diturunkan di bawah asuhannya dengan 195 penampilan, disusul Dan Burn (193 laga) dan Jacob Murphy (183 laga).

"Setelah periode refleksi pribadi, saya telah memutuskan bahwa sekarang adalah waktu yang tepat bagi saya untuk mundur dari peran saya," ujar Howe. Pelatih berusia 48 tahun itu menambahkan bahwa keputusan ini diambil demi kebaikan dirinya dan klub. "Setelah hampir lima tahun memberikan hidup, hati, dan jiwa saya untuk klub dengan energi yang tak kenal lelah, saya merasa bahwa ini adalah yang terbaik bagi saya dan klub untuk mundur, mengisi ulang energi, dan beristirahat."

Howe mengenang masa kepelatihannya di St James' Park sebagai momen terbesar dalam kariernya. "Merupakan suatu kehormatan terbesar dalam hidup saya untuk menjadi manajer Newcastle United," katanya. Ia juga mengingat perjalanan tim dari perjuangan menghindari degradasi hingga tampil di kompetisi Eropa. "Ada begitu banyak momen luar biasa selama kami berada di sini. Dari berjuang menghindari degradasi di musim pertama kami hingga berbagai malam tak terlupakan di St James' Park di Liga Champions tak lama kemudian. Perkembangannya sangat cepat."

Meski memilih berpisah, Howe tetap optimistis dengan masa depan klub. "Saya tetap sangat positif dan antusias tentang masa depan Newcastle," ucapnya. "Klub ini berada di tangan yang fantastis dengan tim kepemimpinan yang hebat dan saya tidak ragu bahwa bersama-sama, dengan siapa pun yang datang untuk menggantikan saya, mereka akan terus memberikan kesuksesan di lapangan."

Era Baru Newcastle

Pihak klub menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi Howe dan stafnya. "Eddie dan stafnya pergi dengan rasa terima kasih yang mendalam," kata Chief Executive Newcastle, Hopkinson. "Meskipun kami tentu saja kecewa melihat Eddie pergi, kami tetap sangat berterima kasih atas semua yang telah ia lakukan untuk klub."

Hopkinson juga mengakui bahwa Newcastle tidak bisa lagi berbelanja besar-besaran seperti di awal akuisisi PIF. "Itu masa yang luar biasa, tetapi kami hidup melampaui kemampuan kami. Pada akhirnya, tagihan kartu kredit memang harus dibayar," ujarnya. Ia menegaskan komitmen klub untuk bergerak dengan pengelolaan finansial yang lebih seimbang. "Kami bergerak maju dengan cara yang berkelanjutan."

Penyesuaian strategi ini diharapkan menjadi fondasi bagi era baru Newcastle United. "Kami menyesuaikan diri dengan realitas kami. Tetapi dari titik ini kami akan membuat lompatan besar ke depan dan mencapai posisi di mana kami bisa menang secara reguler. Newcastle 2.0 akan muda, hungry, ambisius, dan tanpa ampun," kata Hopkinson.

Di awal kepemimpinan Jaissle, Newcastle meraih hasil positif pada laga uji coba pramusim dengan menaklukkan Valencia 2-1 di Stadion Mestalla. Penyerang Yoane Wissa memborong dua gol kemenangan Newcastle usai memanfaatkan umpan pemain baru Bazoumana Toure.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags