Serangan Drone di Darfur Timur Tewaskan Enam Warga Sipil, Lima Luka-luka

- Rabu, 13 Mei 2026 | 02:55 WIB
Serangan Drone di Darfur Timur Tewaskan Enam Warga Sipil, Lima Luka-luka

Serangan pesawat nirawak atau drone menghantam Kota Al-Daein yang berada di bawah kendali kelompok paramiliter di wilayah Darfur, Sudan, dan menewaskan sedikitnya enam orang. Insiden ini menjadi bagian dari eskalasi kekerasan yang terus meluas di negara tersebut dalam beberapa bulan terakhir.

Sumber medis di rumah sakit Al-Daein, Darfur Timur, mengonfirmasi bahwa enam jenazah telah diterima setelah serangan pada Selasa lalu. Selain korban tewas, lima orang lainnya mengalami luka-luka, tiga di antaranya dalam kondisi kritis. Hingga saat ini, belum ada pihak yang secara resmi mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Dua warga setempat yang diwawancarai melalui internet satelit Starlink yang banyak digunakan di Darfur akibat pemadaman komunikasi yang meluas menyatakan bahwa sebuah drone militer menghantam permukiman penduduk di bagian utara dan barat kota pada Selasa pagi. Mereka melaporkan bahwa ledakan terjadi secara tiba-tiba dan menimbulkan kepanikan di kalangan warga.

Sementara itu, aliansi yang dipimpin oleh Pasukan Dukungan Cepat (RSF) menuding tentara Sudan sebagai pelaku serangan. Dalam pernyataan resmi, mereka mengklaim bahwa serangan drone dimulai pada Senin malam dan berlanjut hingga Selasa pagi. Pihak militer Sudan sendiri belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan tersebut.

Perang saudara antara tentara Sudan dan RSF yang kini memasuki tahun keempat telah menelan puluhan ribu korban jiwa. Konflik ini juga memaksa jutaan orang meninggalkan tempat tinggal mereka dan memicu apa yang oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) disebut sebagai salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Menurut data PBB, sedikitnya 880 warga sipil tewas akibat serangan balasan antara Januari hingga April tahun ini.

Di sisi lain, Emergency Lawyers sebuah kelompok advokasi hukum Sudan yang mendokumentasikan pelanggaran selama konflik melaporkan bahwa serangan drone terhadap kendaraan sipil dalam sepuluh hari terakhir telah menewaskan sedikitnya 36 warga sipil. Kelompok tersebut menambahkan bahwa sembilan serangan menghantam kendaraan yang mengangkut warga sipil, makanan, dan persediaan penting di jalan umum. Lebih dari 50 orang terluka dan sejumlah kendaraan hancur di berbagai wilayah Sudan tengah, termasuk Khartoum, negara bagian Al-Jazirah dan Nil Putih, serta sebagian Kordofan dan Darfur.

Setelah RSF berhasil merebut kendali atas ibu kota Darfur Utara, El-Fasher yang merupakan benteng terakhir tentara di wilayah tersebut pertempuran kemudian menyebar ke Kordofan selatan dan negara bagian Nil Biru di tenggara, dekat perbatasan dengan Ethiopia dan Sudan Selatan. Eskalasi ini menandai meluasnya zona konflik dan semakin dalamnya krisis kemanusiaan yang dihadapi rakyat Sudan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar