Seorang anggota Bhabinkamtibmas di Kepulauan Meranti, Riau, memilih pendekatan budaya untuk mengampanyekan program Green Policing dengan cara yang tidak biasa: menyanyikan lagu Mandarin dan Hokkien di hadapan warga. Aipda Defri Nanda, polisi yang akrab disapa Nanda, tidak hanya berdiri sebagai penjaga keamanan di Desa Bungur Telesung, Pulau Rangsang, tetapi telah menyatu dengan masyarakat setempat yang mayoritas merupakan nelayan keturunan Tionghoa. Selama lima tahun bertugas di wilayah perbatasan, ia membangun kedekatan yang melampaui tugas formal kepolisian.
Kemampuan Nanda melantunkan lagu berbahasa Mandarin dan Hokkien tidak diperoleh melalui pelatihan formal. Ia mengaku belajar secara autodidak, berawal dari rasa penasaran saat mendengar alunan lagu di klenteng. “Awalnya saya dengar lagu di klenteng, kok enak? Saya tanya judulnya apa, lalu saya hafalkan tiap hari sampai bisa,” ujarnya saat dihubungi, Senin (11/5/2026). Kedekatan ini kemudian membawanya sering diundang ke acara-acara besar warga Tionghoa, mulai dari perayaan Imlek hingga hari ulang tahun Dewa di klenteng. Popularitasnya di media sosial sebagai polisi yang fasih berbahasa Mandarin pun menjadi jembatan komunikasi yang efektif.
Hal inilah yang menarik perhatian Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan. Nanda beberapa kali diundang untuk menyanyi lagu Mandarin pada acara-acara internal kepolisian. Namun, perannya sebagai Bhabinkamtibmas tidak berhenti di sana. Ia juga aktif memberikan edukasi tentang kejahatan jalanan, perundungan, dan bahaya narkoba ke sekolah-sekolah dasar di wilayahnya. Ketika program Green Policing diluncurkan, Nanda pun menyisipkan sosialisasi program tersebut dalam interaksi santainya dengan masyarakat.
“Alhamdulillah diterima oleh masyarakat dan diapresiasi, bahkan beberapa masyarakat ada yang menyumbangkan bibit pohon kepada kami untuk kami tanam di sekolah-sekolah,” katanya. Untuk merangkul generasi muda, ia memiliki cara tersendiri. Sebelum memulai aksi tanam pohon di sekolah atau pantai, Nanda kerap membagikan jajanan kepada anak-anak SD sebagai penyemangat. “Saya kasih jajan dulu sebagai ‘perangsang’ biar mereka semangat. Hasilnya mereka senang sekali ikut menanam,” ujarnya sambil tertawa.
Di sekolah-sekolah, Nanda menanam pohon buah seperti mangga dan jambu, sementara di wilayah pesisir ia sering menanam mangrove untuk mencegah abrasi. Aksi ini mendapat apresiasi dari Kapolda Riau, yang berharap semangat Nanda dapat dicontoh oleh personel lainnya. Kapolda juga mengingatkan bahwa program Green Policing bukan sekadar menanam pohon, melainkan langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan alam dan lingkungan demi masa depan generasi bangsa. “Pohon yang kita tanam hari ini mungkin tidak akan dirasakan dalam waktu dekat, tetapi lima atau sepuluh tahun ke depan akan dirasakan manfaatnya oleh generasi penerus kita. Kalau kita menjaga alam, maka alam menjaga kita,” pesannya.
Artikel Terkait
Persijap Jepara Aman dari Degradasi, Carlos Franca Lega Usai Bungkam Persita 3-0
Persebaya Incar Eksodus Pemain PSM Makassar, dari Victor Dethan hingga Yuran Fernandes
Nadiem Bantah Teken Spesifikasi Chromebook, Sebut Kewenangan Ada di Bawahnya
MPR RI Akui Ada Kejanggalan Penilaian di Final LCC Empat Pilar Kalbar