IHSG Terperosok ke Level 6.959 pada April 2026, Saham DSSA dan DATA Pimpin Daftar Top Loser

- Senin, 11 Mei 2026 | 16:31 WIB
IHSG Terperosok ke Level 6.959 pada April 2026, Saham DSSA dan DATA Pimpin Daftar Top Loser

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan April 2026 dengan pelemahan 1,30 persen secara bulanan, terperosok ke level 6.959 dan kapitalisasi pasar menyusut menjadi Rp12.382 triliun. Di tengah tekanan tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sederet saham yang mengalami penurunan harga paling dalam, dengan rentang kerugian mencapai 16,67 persen hingga 38,83 persen dalam sebulan.

Posisi pertama sebagai top loser diduduki oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang ambles hingga 38,83 persen. Pada 9 April, emiten ini melaksanakan aksi korporasi pemecahan saham atau stock split dengan rasio 1:25. Setelah penyesuaian harga secara proporsional, nilai saham DSSA pada awal April tercatat Rp2.640 per unit, namun akhirnya ditutup merosot ke Rp1.615 per unit pada penghujung bulan.

Di urutan kedua, PT Remala Abadi Tbk (DATA) mencatatkan penurunan harga sebesar 31,56 persen. Saham DATA yang diperdagangkan di level Rp3.010 per unit pada awal April, terkoreksi tajam menjadi Rp2.060 per unit di akhir periode yang sama. Sementara itu, deretan saham lain yang masuk dalam jajaran top loser antara lain FWCT yang turun 29,37 persen, NZIA melemah 29,28 persen, dan TALF yang terkoreksi 25,41 persen.

Menarik untuk dicermati, PT MD Entertainment Tbk (FILM) kembali masuk dalam daftar saham dengan penurunan terburuk untuk dua bulan berturut-turut. Pada Maret 2026, saham FILM tercatat anjlok hingga 63,45 persen. Memasuki April, tekanan masih berlanjut dengan penurunan sebesar 22,48 persen, menandai tren negatif yang berkelanjutan bagi emiten hiburan tersebut.

Di sisi lain, jika melihat kinerja sektoral, sejumlah sektor justru mencatatkan pertumbuhan positif secara bulanan. Sektor transportasi, industri, konsumen siklikal, bahan baku, infrastruktur, teknologi, energi, dan keuangan seluruhnya tumbuh di atas IHSG. Namun, perspektif berbeda terlihat jika diukur sejak awal tahun. Hanya dua sektor yang mampu mempertahankan pertumbuhan positif, yaitu transportasi dengan kenaikan 11,70 persen dan bahan baku yang tumbuh 4,08 persen sejak Januari hingga April 2026.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar