PPIH Imbau Jemaah Haji Jaga Ketahanan Fisik Demi Wukuf, Hindari Memaksakan Diri ke Masjidil Haram

- Minggu, 10 Mei 2026 | 23:45 WIB
PPIH Imbau Jemaah Haji Jaga Ketahanan Fisik Demi Wukuf, Hindari Memaksakan Diri ke Masjidil Haram

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus menggencarkan edukasi kepada calon jemaah haji Indonesia agar memprioritaskan ketahanan fisik demi kelancaran puncak ibadah, yaitu wukuf di Padang Arafah. Langkah ini ditempuh dengan mendorong para jemaah untuk tidak memaksakan diri menuju Masjidil Haram saat kondisi sedang padat, melainkan memanfaatkan fasilitas ibadah yang tersedia di sekitar penginapan.

“Tidak perlu memaksakan diri ke Masjidil Haram di waktu-waktu padat. Gunakan fasilitas masjid di sekitar hotel, termasuk musala yang kami siapkan di penginapan, dalam rangka menjaga ketahanan fisik jemaah calon haji,” ujar Kepala Bidang Bimbingan Ibadah Daker Makkah PPIH Arab Saudi, Abdillah M Thohir, di Makkah, Minggu (10/5/2026).

Imbauan serupa juga ditujukan kepada calon jemaah yang baru tiba dari Jeddah dan langsung menuju Makkah. Abdillah meminta mereka untuk beristirahat sejenak sebelum melaksanakan umrah wajib, serta menahan diri dari euforia menjalankan ibadah sunah secara berlebihan pada hari-hari berikutnya.

“Kami mengimbau agar jemaah calon haji tidak memforsir diri. Tujuan utama bapak dan ibu hadir di sini adalah untuk melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Silakan beribadah sunah, namun jangan sampai kelelahan sehingga saat pelaksanaan wajibnya fisik tetap terjaga dengan baik,” kata Abdillah.

Sementara itu, Abdillah menambahkan bahwa pihaknya secara sinergis terus melaksanakan visitasi dan edukasi untuk memastikan kesiapan fisik serta pemahaman manasik para calon jemaah. “Hari ini kami melaksanakan visitasi dan edukasi kepada jemaah calon haji asal Embarkasi Banjarmasin (BDJ 1 dan BDJ 3) di Tower Al-Hidayah. Alhamdulillah jemaah calon haji tampak sangat antusias, sehat, dan ceria,” ujarnya usai kegiatan di Musala Tower 4, Hotel Al Hidayah.

Dalam kegiatan tersebut, edukasi melibatkan kolaborasi berbagai sektor, mulai dari layanan kesehatan, layanan lansia dan disabilitas, hingga bimbingan ibadah. Seluruh upaya ini diarahkan untuk memastikan jemaah calon haji siap sepenuhnya menyambut wukuf pada 9 Zulhijah.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar