AS Butuh Waktu Bertahun-Tahun Pulihkan Stok Senjata Usai Perang Lawan Iran

- Rabu, 29 April 2026 | 14:00 WIB
AS Butuh Waktu Bertahun-Tahun Pulihkan Stok Senjata Usai Perang Lawan Iran

WASHINGTON – Amerika Serikat ternyata butuh waktu lama bukan hitungan bulan, tapi tahun untuk mengembalikan stok senjatanya yang habis terkuras. Semua ini buntut dari perang melawan Iran yang berlangsung sejak 28 Februari lalu dan baru berhenti pada 7 April 2026 lewat gencatan senjata dua minggu. “Akan butuh waktu selama itu untuk mendapatkan amunisi kembali, mengisi persediaan,” ujar Direktur Badan Pertahanan Rudal Pentagon, Letjen Heath Collins, dalam rapat dengan Komite Angkatan Bersenjata DPR AS. Menurut dia, jalur produksi senjata bakal dinyalakan lagi secepat mungkin. Tapi masalahnya, jumlah yang dipakai selama konflik itu gila-gilaan. Bayangkan saja: AS sudah menembakkan ratusan rudal Tomahawk, belum lagi sistem pertahanan Patriot dan THAAD yang ikut terkuras. Di sisi lain, kerugian alat tempur juga bukan main. Belasan drone, jet tempur, pesawat tanker, pesawat angkut militer, pesawat mata-mata bahkan jet tempur yang hancur semuanya harus diganti. “Semua senjata itu punya jalur produksi yang masih aktif. Jadi setiap hari kami memproduksi untuk mengisi kembali persediaan,” jelas Collins. Tapi ia mengakui, meski pabrik sudah jalan, proses pemulihan tetap makan waktu bertahun-tahun. Agak berat memang. Perang sebulan, pemulihan bertahun-tahun.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar