Iran Tutup Kembali Selat Hormuz Usai Insiden Dekati Kapal Tanker

- Sabtu, 18 April 2026 | 22:20 WIB
Iran Tutup Kembali Selat Hormuz Usai Insiden Dekati Kapal Tanker

Selat Hormuz kembali ditutup. Hanya beberapa jam setelah lalu lintas kapal sempat berjalan, militer Iran mengumumkan penutupan itu pada tanggal 18 April 2026. Situasinya jadi makin kacau.

Sebelumnya, sekitar pukul 10.30 waktu setempat, delapan kapal tanker minyak dan gas tercatat sudah melintas dengan lancar. Tapi kemudian, jumlah yang sama terpaksa berbalik arah. Mereka mencoba keluar dari Teluk, namun tampaknya tak bisa.

Lalu ada laporan lain yang bikin suasana makin tegang. Badan keamanan maritim Inggris (UKMTO) melaporkan sebuah insiden serius. Sekitar pukul 09.20, sebuah tanker di timur laut Oman didekati dua kapal milik Garda Revolusi Iran. Pendekatannya tanpa peringatan radio sama sekali, bahkan sempat terjadi tembakan. Untungnya, kapal dan awaknya selamat. Otoritas setempat kini sedang menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi.

Di tengah ketegangan ini, upaya diplomasi tetap berjalan. Panglima militer Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir, baru saja menyelesaikan kunjungan tiga harinya ke Iran. Tujuannya jelas: mendorong kesepakatan damai. Dia bahkan bertemu dengan para pemimpin tertinggi Iran.

Sementara Munir di Tehran, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif blusukan ke Arab Saudi, Qatar, dan Turki. Agenda utamanya sama: mendesak proses perdamaian.

Di sisi lain, nada dari Amerika terdengar berbeda. Sebelumnya, Donald Trump tampak percaya diri. Pada 17 April, dia menyebut situasi gencatan senjata itu "hebat dan brilliant" lewat media sosial. Dia juga memuji peran Pakistan sebagai mediator.

Tapi dari kubu Iran, sinyalnya keras. Dalam sebuah forum diplomatik di Antalya, Turki, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh bersikukuh. Katanya, Amerika Serikat tidak bisa memaksakan kehendaknya melalui pengepungan.

Pesan tertulis dari pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, juga tak kalah tegas. Dia, yang belum terlihat publik sejak mengambil alih, menyatakan angkatan laut Iran siap menghadapi Amerika Serikat.

"Kairo dan Islamabad berharap bisa mencapai kesepakatan final dalam beberapa hari ke depan," kata Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty.

Pernyataan optimis itu dia sampaikan di acara yang sama dengan Khatibzadeh di Antalya. Mesir sendiri terlibat aktif dalam upaya diplomatik ini. Namun begitu, Khatibzadeh menegaskan bahwa belum ada tanggal pasti untuk putaran pembicaraan langsung berikutnya.

Semua mata kini tertuju ke Islamabad. Pakistan telah menjadi mediator utama setelah menjadi tuan rumah pembicaraan damai panjang akhir pekan lalu. Dan rencananya, putaran kedua akan digelar di ibu kota Pakistan dalam pekan ini. Kita lihat saja apakah harapan dari Mesir dan Pakistan itu akan terwujud, atau justru tenggelam oleh tembakan dan penutupan selat yang tiba-tiba.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar