Harga pangan global kembali merangkak naik. Untuk kedua kalinya berturut-turut, tepatnya pada Maret 2026, Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) mencatat kenaikan indeks sebesar 2,4 persen dibanding bulan sebelumnya. Pemicu utamanya? Biaya energi yang melonjak akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Kenaikan ini ternyata menyapu hampir semua kelompok komoditas utama. Mulai dari serealia, daging, susu, hingga minyak nabati dan gula, semuanya ikut terdongkrak harganya.
Kalau dilihat dari kaca mata tahunan, posisi Maret 2026 ini memang 1,0 persen lebih tinggi ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya. Angkanya naik 1,2 poin. Tapi, bulan lalu, kenaikan bulanan justru lebih tajam.
Ambil contoh indeks serealia. Bulan Maret naik 1,5 persen ke level 110,4 poin. Secara tahunan, kenaikannya lebih landai, hanya 0,6 persen.
Namun begitu, kelompok minyak nabati lah yang paling mencolok kinerjanya. Indeksnya melesat 5,1 persen dalam sebulan, mencapai 183,1 poin. Dibanding Maret tahun lalu, lonjakannya bahkan lebih dramatis: 13,2 persen.
Artikel Terkait
Kemenperin Soroti Dampak Ketegangan Timur Tengah ke Rantai Pasok Industri
FIFA Pertimbangkan Perluasan Peserta Piala Dunia Menjadi 64 Tim
Diskon Tiket Kapal Mudik Lebaran 2026 Tembus Target, 467 Ribu Penumpang Terbantu
Kejagung Panggil Jaksa Penuntut Usai Videografer Amsal Divonis Bebas