Produksi Musim Kedua A Knight of The Seven Kingdoms Ditargetkan Rampung Bulan Depan

- Jumat, 27 Maret 2026 | 00:00 WIB
Produksi Musim Kedua A Knight of The Seven Kingdoms Ditargetkan Rampung Bulan Depan

Jakarta Proses produksi untuk serial spin-off Game of Thrones yang berjudul A Knight of The Seven Kingdoms kabarnya bakal rampung bulan depan. Juni 2026 jadi bulan penentuan untuk syuting musim keduanya.

Kabar ini muncul berbarengan dengan berita bahwa aktor cilik Dexter Sol Ansell, yang memerankan Aegon Targaryen (atau Egg), baru saja dikontrak oleh agensi ternama WME. Usianya baru 11 tahun, tapi perannya sudah jadi sorotan.

Menurut laporan Deadline, target penyelesaian pengambilan gambar memang dijadwalkan untuk Juni ini. Rencananya, serial ini sendiri baru akan tayang perdana di awal 2027. Padahal, musim pertamanya baru saja diluncurkan Januari lalu. Tapi HBO sudah buru-buru mengonfirmasi kelanjutannya dua bulan setelah penayangan perdana. Mereka yakin banget dengan proyek ini.

Kalau dibandingin, proses produksinya cukup menarik. Musim pertama dulu cuma butuh tiga bulan, dari Juni sampai September 2024, dan digarap di Belfast, Irlandia Utara. Nah, untuk musim kedua ini, durasinya lebih panjang. Butuh waktu hampir dua kali lipat, dimulai dari Desember 2025 dan berlangsung di lokasi yang lebih eksotis: Pulau Gran Canaria, Spanyol.

Musim baru ini juga akan menghadirkan beberapa pemain baru. Beberapa nama yang sudah dikonfirmasi antara lain Lucy Boynton sebagai Lady Rohanne, Babou Ceesay yang jadi Ser Bennis, dan Peter Mullan yang memerankan Ser Eustace Osgrey.

Serial ini, seperti diketahui, mengisahkan petualangan Ser Duncan the Tall (diperankan Peter Claffey) dan si bocah Egg. Latar waktunya sekitar seratus tahun sebelum peristiwa Game of Thrones, diangkat dari seri cerita pendek George R.R. Martin berjudul "Tales of Dunk and Egg".

Untuk alur cerita musim kedua, naskahnya akan diambil dari novelet Martin yang kedua, "The Sworn Sword". Kisahnya berlangsung sekitar dua tahun setelah petualangan di "The Hedge Knight" (yang jadi dasar musim pertama).

Di musim ini, Dunk dan Egg sekarang mengabdi pada Ser Eustace Osgrey seorang ksatria yang jatuh miskin karena dulu salah pilih pihak dalam Pemberontakan Blackfyre. Konflik muncul ketika mereka terlibat sengketa tanah dengan tetangga, dan di situlah mereka berjumpa dengan sosok perempuan misterius, Lady Rohanne Webber.

Di balik layar, George R.R. Martin dan Ira Parker bertindak sebagai produser eksekutif sekaligus pencipta serial. Parker juga menjalankan peran sebagai showrunner. Mereka didukung oleh sederet produser eksekutif lain seperti Sarah Bradshaw, Owen Harris, Ryan Condal, dan Vince Gerardis.

Soal respons penonton, data dari HBO menunjukkan angka yang cukup solid. Rata-rata, tiap episode ditonton oleh hampir 13 juta akun di AS. Angka itu membuat serial ini mencatatkan debut sebagai serial terbesar ketiga sepanjang sejarah HBO Max, cuma kalah dari House of The Dragon dan The Last of Us.

Para kritikus pun sepertinya sepakat memberi pujian. Skor di Rotten Tomatoes mencapai 94%, sebuah angka yang cukup prestisius. Penampilan kedua pemeran utamanya, Claffey dan Ansell, juga dapat banyak apresiasi.

Di sisi lain, para penggemar setia Game of Thrones rupanya menikmati format barunya. Alur cerita yang lebih personal dan fokus, durasi episode yang tidak terlalu panjang, serta musim yang hanya terdiri dari enam episode, dianggap sebagai penyegar yang pas.

Jadi, tinggal nunggu proses pasca-produksi beres. Semoga tidak ada kendala berarti menuju tayang awal 2027 nanti.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar