"Kalau disini biasanya yang takjil ada bubur kampiun juga ada di sini sama tambusu, tunjang sama kepala kakap," jelas Rohim.
Meski ramai, Rohim mengaku ada sedikit perbedaan tahun ini. Intensitas pembeli di bulan puasa terasa agak menurun ketimbang hari biasa. Tapi jangan salah, antusiasme warga tetap tinggi, apalagi saat akhir pekan tiba.
"Ya, kalau lagi hari weekend sih alhamdulillah habis," katanya sambil tersenyum.
Uniknya, keramaian di Jalan Kramat ini punya dua gelombang. Setelah ramai berbuka, suasana akan sepi sebentar. Lalu, mendekati waktu sahur, kawasan itu kembali hidup dan dipadati pembeli.
"Biasanya jam sahur. Oh, ramainya di jam sahur," tuturnya.
Jadi, buat kamu penggemar masakan Minang yang autentik dan penuh citarasa, berburu takjil atau sahur ke Jalan Kramat Senen adalah ide yang bagus. Suasananya khas, makanannya lezat, cocok untuk dinikmati bersama keluarga atau teman saat momen spesial Ramadan.
Artikel Terkait
Kemenhub Percepat Perluasan Celukan Bawang untuk Urai Kemacetan Ketapang-Gilimanuk
Prabowo Beri Tenggat Satu Minggu untuk Cabut Izin Tambang Ilegal
Kenangan Coffee Resmi Buka Gerai Pertama di Taipei, Perkenalkan Kopi Nusantara
WFH Jumat Resmi Berlaku untuk ASN Pekan Ini