Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan kabar yang cukup melegakan. Di tengah situasi pascabencana di Sumatera, ia memastikan ketersediaan pangan di wilayah terdampak aman untuk tiga bulan ke depan. Pemerintah sudah menyiapkan stok beras sekitar 100 ribu ton di lapangan untuk mengantisipasi kebutuhan.
"Perlu kami sampaikan stok beras di lapangan kurang lebih 100 ribu ton atau untuk tiga bulan kebutuhan di lapangan," ujar Amran dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera di Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Ia menambahkan dengan tegas, "Insyaallah sektor pertanian khususnya ketersediaan pangan di lapangan cukup untuk tiga bulan ke depan."
Namun begitu, upaya tak cuma berhenti di situ. Selain soal stok, fokus juga tertuju pada pemulihan lahan pertanian yang rusak. Dari total 94 ribu hektare sawah terdampak, ternyata 39 ribu hektare di antaranya sudah ditanami kembali. Progresnya terbilang cepat.
"Hari ini kita sudah kirim dan penanaman kurang lebih 39 ribu hektare," jelasnya.
Kabarnya, rehabilitasi ini menunjukkan hasil yang positif, terutama di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di sini ada hal menarik yang diungkap Mentan. Material longsoran yang sempat menimbun sawah itu rupanya bukan material sembarangan.
"Ada kabar yang menggembirakan. Untuk sawah-sawah yang rusak dan direhab, tanah longsoran itu adalah humus dan cukup subur," kata Amran.
Karena itu, pekerjaan utama lebih pada perbaikan irigasi. Setelah saluran air beres, penanaman bisa langsung dilakukan. Kondisi ini tentu mempermudah upaya pemulihan.
Dengan percepatan rehabilitasi lahan dan dukungan anggaran yang fleksibel, Amran yakin ketahanan pangan tetap terjaga. Ia juga mengungkap stok pangan nasional saat ini dalam posisi kuat, mencapai 3,5 juta ton. Angka yang cukup untuk memberi rasa tenang.
(NIA DEVIYANA)
Artikel Terkait
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Bencana Hidrometeorologi di Jawa hingga 2026
Kebakaran di Ruang CCTV Masjid Istiqlal Berhasil Dipadamkan, Tak Ada Korban Jiwa
Indonesia Perkuat Kerja Sama Digital Haji dan Umrah dengan Arab Saudi
Kurator Merpati Akui Aset Tak Cukup Bayar Utang Rp11,4 Triliun, Nasib 1.255 Eks Karyawan Menggantung