Target Peningkatan Produktivitas dan Rantai Pasok
Lebih lanjut, Teddy memaparkan bahwa Presiden ingin memastikan posisi Indonesia dalam setiap perundingan ekonomi, khususnya dalam waktu dekat dengan Amerika Serikat, adalah yang terbaik. Arah kebijakan yang ditekankan sangat jelas, yaitu mendorong keuntungan nyata bagi tanah air.
Pertimbangan strategis jangka panjang tampak menjadi landasan arahan tersebut, dengan fokus pada penguatan struktur industri domestik.
“Presiden menginginkan perundingan harus sebanyak-banyaknya meningkatkan produktivitas industri dalam negeri serta memperkuat global supply chain atau rantai pasok industri,” tuturnya.
Penekanan pada hasil yang konkret dan segera menjadi pesan kunci yang disampaikan dalam ratas tersebut. Teddy menegaskan kembali bahwa setiap kebijakan yang diambil harus memberikan keuntungan yang dapat dirasakan secara nyata oleh Indonesia, tanpa penundaan yang berarti.
Artikel Terkait
Gempa M 7,6 Guncang Sulawesi Utara, Warga Mengungsi ke Dataran Tinggi
Kunjungan Prabowo ke Korea Hasilkan Komitmen Investasi Rp173 Triliun
Prabowo Beri Keris dan Penjelasan Filosofis kepada Presiden Korea Selatan
Indonesia Desak Investigasi PBB Usai Serangan Mematikan ke Pasukan Perdamaian di Lebanon