Herdman Perkuat Timnas, Lima Naturalisasi Eropa Jadi Prioritas

- Kamis, 12 Februari 2026 | 21:20 WIB
Herdman Perkuat Timnas, Lima Naturalisasi Eropa Jadi Prioritas

MURIANETWORK.COM - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, diprediksi akan terus memperkuat kedalaman skuadnya melalui program naturalisasi pemain keturunan yang bermain di Eropa. Peningkatan performa Garuda yang kini mulai diperhitungkan di kancah internasional menjadi daya tarik kuat bagi talenta-talenta berbakat yang merumput di kompetisi elite Eropa.

PSSI pun diketahui memiliki waktu untuk melakukan program naturalisasi. Mengingat agenda terdekat Timnas Indonesia berlangsung Maret mendatang, tepatnya di ajang FIFA Series 2026.

Lima Kandidat Potensial untuk Program Naturalisasi

Dalam upaya meningkatkan kualitas tim, sejumlah nama pemain keturunan Indonesia yang berkiprah di liga-liga Eropa dan Australia kembali mencuat. Mereka dinilai dapat memberikan kontribusi signifikan, terutama dalam menambah variasi dan kompetisi di dalam skuad. Berikut adalah beberapa nama yang layak dipertimbangkan.

1. Pascal Struijk (Leeds United)

Nama Pascal Struijk tetap menjadi prioritas utama untuk memperkuat lini pertahanan. Pemain andalan Leeds United ini memiliki pengalaman berkompetisi di kasta tertinggi Liga Inggris, sebuah aset berharga untuk backline Timnas.

Meski sebelumnya dikabarkan tak berminat, pendekatan personal dari tim pelatih dan federasi dipercaya masih mampu meyakinkan bek tangguh ini untuk mempertimbangkan panggilan tanah leluhur. Kehadirannya akan langsung menaikkan level pertahanan Indonesia.

2. Demiane Agustien (Arsenal U-21)

Gelandang kreatif yang sedang menanjak bersama Arsenal U-21 di Inggris ini merupakan prospek masa depan yang luar biasa. Demiane, yang memiliki darah Indonesia dari sang ibu, telah menunjukkan antusiasmenya terhadap kemungkinan membela Garuda.

Dalam sebuah pernyataan pribadi, ia mengungkapkan harapannya. "Ketika mungkin saya bisa membela Timnas Indonesia dan bermain untuk Indonesia, itu sangat indah jika bisa terjadi. Saya sangat menantikan terbang ke Indonesia dan bermain," tuturnya.

Kesediaan terbuka dari sang pemain tentu menjadi angin segar dan mempermudah langkah diplomasi sepakbola selanjutnya.

3. Laurin Ulrich (FC Magdeburg)

Timnas Indonesia berpeluang mencuri talenta muda Jerman dalam sosok Laurin Ulrich. Gelandang milik VfB Stuttgart yang sedang dipinjamkan ke FC Magdeburg ini bahkan dipercaya sebagai kapten Timnas Jerman U-20, menunjukkan kualitas kepemimpinannya.

Memiliki kemampuan serbabisa sebagai gelandang serang maupun winger, visi bermainnya yang elegan sangat dibutuhkan untuk menghidupkan kreativitas serangan skuad asuhan John Herdman. Kehadirannya dapat menjadi penggerak lini tengah yang dinamis.

4. Luke Vickery (Macarthur FC)

Tak hanya Eropa, lini depan Garuda bisa mendapatkan suntikan tenaga dari Liga Australia lewat sosok Luke Vickery. Penyerang tajam Macarthur FC ini memiliki darah Indonesia dari neneknya yang berasal dari Medan.

Dengan catatan gol dan assist yang konsisten di A-League, Vickery mengakui sudah ada komunikasi awal terkait peluangnya membela tanah leluhur. Ketajamannya di area penalti dianggap sebagai solusi jitu untuk masalah penyelesaian akhir yang kerap melanda timnas dalam beberapa laga penting.

5. Jenson Seelt (VfL Wolfsburg)

Memiliki postur menjulang setinggi 195 cm, Jenson Seelt adalah benteng kukuh yang kini mentas di Bundesliga bersama VfL Wolfsburg. Bek muda jebolan akademi PSV Eindhoven ini merupakan investasi jangka panjang yang sangat berharga.

Jika proses naturalisasi ini berhasil, Seelt akan memberikan dimensi baru dalam duel udara dan stabilitas pertahanan Indonesia. Kemampuannya sangat relevan untuk menghadapi lawan-lawan dengan postur fisik besar di tingkat Asia, sekaligus menjadi pemimpin alami di sektor belakang.

Proses naturalisasi memang bukan hal instan, membutuhkan pendekatan strategis dan kesabaran. Namun, melihat potensi yang dimiliki kelima pemain ini, upaya tersebut dapat menjadi langkah transformatif untuk masa depan Timnas Indonesia, membawa mereka ke level persaingan yang lebih tinggi.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar