Iran Perkuat Arsenal dengan 1.000 Drone Canggih di Tengah Ketegangan dengan AS

- Jumat, 30 Januari 2026 | 03:15 WIB
Iran Perkuat Arsenal dengan 1.000 Drone Canggih di Tengah Ketegangan dengan AS

Langit di atas Teheran mungkin tampak tenang, namun di darat, Angkatan Bersenjata Iran baru saja mendapat suntikan kekuatan baru. Sekitar 1.000 unit drone terbaru telah bergabung dengan arsenal mereka. Langkah ini terjadi di tengah ketegangan yang kian memanas dengan Amerika Serikat.

Menurut keterangan dari kantor berita Mehr, Mayor Jenderal Amir Hatami, Panglima Angkatan Darat, mengonfirmasi penambahan ini pada Jumat lalu. Drone-drone ini bukanlah model lama. Mereka dikembangkan dengan mempertimbangkan tantangan keamanan terkini, dan yang menarik, juga mengadopsi pelajaran berharga dari bentrokan 12 hari dengan Israel di pertengahan 2025 lalu.

"Pesawat tanpa awak ini dirancang untuk berbagai kategori operasional, yakni serangan, pengintaian, dan peperangan elektronik," jelas Hatami, yang juga punya peran kunci dalam pengembangan drone militer.

Kemampuannya cukup luas: bisa menyerang target tetap maupun yang bergerak, di darat, laut, atau udara. Produksinya sendiri adalah hasil kolaborasi antara para pakar Angkatan Darat dan Kementerian Pertahanan.

Di sisi lain, Hatami menegaskan bahwa mempertahankan keunggulan strategis adalah prioritas mutlak. Rencana pertahanan Iran, katanya, selalu mengacu pada satu prinsip.

“Kesiapan untuk operasi tempur cepat dan respons tegas terhadap segala bentuk agresi terus menjadi panduan perencanaan pertahanan Iran, sejalan dengan ancaman yang diantisipasi,” ucapnya.

Pernyataan ini punya konteks yang jelas. Ketegangan dengan AS memang sedang memuncak. Beberapa pekan terakhir, Presiden Donald Trump menyebut armada perang AS dalam jumlah besar bergerak mendekati Iran. Ancaman langsung dilayangkan: segera sepakati negosiasi nuklir, atau hadapi serangan dahsyat.

Tapi Iran tak tampak gentar. Respon dari para pejabatnya justru keras dan penuh peringatan. Setiap serangan dari AS, kata mereka, akan dibalas dengan cepat dan menyeluruh. Meski begitu, mereka juga menyisipkan pesan diplomatik. Pintu negosiasi tetap terbuka, asalkan syaratnya adil, seimbang, dan tanpa paksaan. Situasinya seperti bara dalam sekam, panas namun belum meledak.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar