Di ruang retret Hambalang, Bogor, Selasa lalu, suasana cukup tegang. Prabowo Subianto berdiri di depan para hadirin. Dalam Taklimat Awal Tahun itu, ia menyampaikan sebuah kabar yang menurutnya patut disyukuri: Indonesia, katanya, sudah mencapai swasembada beras.
Pencapaian ini datang di waktu yang tepat. Dunia lagi tidak karuan, penuh konflik di sana-sini.
“Swasembada pangan itu bukan cuma soal beras,” ujar Prabowo, menegaskan poinnya.
“Beras, jagung, singkong, dan lain-lain. Intinya karbohidrat dan protein. Kita harus mandiri untuk protein juga. Tidak berhenti di pangan saja.”
Menurutnya, strategi untuk mandiri di sektor pangan dan energi sekarang terbukti sangat relevan. Lihat saja kondisi global saat ini. Gejolak terjadi di beberapa wilayah, seperti antara Thailand dan Kamboja, atau India dengan Pakistan.
“Bayangkan saja,” lanjutnya, suaranya terdengar lebih keras.
“Kalau kita tidak swasembada beras sekarang, di tengah situasi perang di mana-mana, pasti repot. Sumber impor beras kita kan dari Thailand, Kamboja, sama Vietnam. Nah, Thailand dan Kamboja itu lagi konflik. Perang, lalu gencatan senjata, damai, eh perang lagi. Begitu terus berulang.”
Ia kemudian menambahkan contoh lain.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan Pemotongan Gaji Pejabat Masih Wacana, Belum Diputuskan
Bank Indonesia Siap Setor Sisa Surplus Rp40 Triliun ke Pemerintah
Said Didu Klarifikasi Polemik EO Sarang Korupsi: Targetnya Oknum Pejabat, Bukan Pelaku Profesional
SKK Migas Targetkan Dua Pabrik LPG Baru Beroperasi April Ini