Posko Terpadu Angkutan Natal dan Tahun Baru yang digelar di 37 bandara akhirnya resmi ditutup. Penutupan ini dilakukan oleh PT Angkasa Pura Indonesia, atau yang lebih dikenal sebagai InJourney Airports, pada Senin (5/1/2025). Posko yang beroperasi selama 20 hari penuh, mulai 15 Desember tahun lalu hingga 4 Januari kemarin, memang menjadi ujung tombak pemantauan arus mudik udara.
Dengan ditutupnya posko-posko itu, berakhirlah sudah masa tugas pengawasan angkutan Nataru di seluruh bandara yang dikelola perusahaan. Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, menyebut seluruh proses berjalan sukses.
"Pelaksanaan monitoring angkutan Nataru di seluruh bandara secara umum berjalan sukses berkat kolaborasi yang erat antara InJourney Airports sebagai operator bandara dengan seluruh stakeholders,"
Begitu penjelasannya dalam rilis resmi yang diterima media.
Lalu, bagaimana angka pergerakan penumpangnya? Secara kumulatif, ada sekitar 10,20 juta orang yang melintasi 37 bandara tersebut selama periode liburan. Angka ini hampir sama dengan tahun sebelumnya, yang berada di kisaran 10,24 juta penumpang. Puncak arus mudik terjadi tepat sebelum Natal, yaitu pada 24 Desember 2025, dengan 543 ribu penumpang yang berangkat. Menjelang tahun baru, tepatnya 28 Desember, angkanya juga tak kalah padat: 531 ribu penumpang.
Nah, arus baliknya justru lebih ramai lagi. Tanggal 4 Januari 2026 menjadi hari tersibuk dengan hampir 560 ribu penumpang tiba di berbagai bandara. Kalau dilihat dari pergerakan pesawat, totalnya mencapai sekitar 76 ribu penerbangan. Termasuk di dalamnya sekitar 2 ribu penerbangan tambahan yang disiapkan untuk menampung lonjakan penumpang.
Artikel Terkait
Sekutu Trump Ancam Bunuh Khamenei di Tengah Gelombang Demo Iran
Suzuki Pastikan Suku Cadang Baleno Tetap Tersedia Meski Sudah Pensiun
Raja Ampat Pasang Tarif Masuk Baru: Rp 1 Juta untuk Turis Asing
Layanan Kesehatan di Wilayah Banjir Sumatera Mulai Bangkit, 87 RS Kembali Beroperasi