Posko Nataru Ditutup, 10 Juta Penumpang Melintasi 37 Bandara

- Selasa, 06 Januari 2026 | 11:25 WIB
Posko Nataru Ditutup, 10 Juta Penumpang Melintasi 37 Bandara

Posko Terpadu Angkutan Natal dan Tahun Baru yang digelar di 37 bandara akhirnya resmi ditutup. Penutupan ini dilakukan oleh PT Angkasa Pura Indonesia, atau yang lebih dikenal sebagai InJourney Airports, pada Senin (5/1/2025). Posko yang beroperasi selama 20 hari penuh, mulai 15 Desember tahun lalu hingga 4 Januari kemarin, memang menjadi ujung tombak pemantauan arus mudik udara.

Dengan ditutupnya posko-posko itu, berakhirlah sudah masa tugas pengawasan angkutan Nataru di seluruh bandara yang dikelola perusahaan. Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, menyebut seluruh proses berjalan sukses.

"Pelaksanaan monitoring angkutan Nataru di seluruh bandara secara umum berjalan sukses berkat kolaborasi yang erat antara InJourney Airports sebagai operator bandara dengan seluruh stakeholders,"

Begitu penjelasannya dalam rilis resmi yang diterima media.

Lalu, bagaimana angka pergerakan penumpangnya? Secara kumulatif, ada sekitar 10,20 juta orang yang melintasi 37 bandara tersebut selama periode liburan. Angka ini hampir sama dengan tahun sebelumnya, yang berada di kisaran 10,24 juta penumpang. Puncak arus mudik terjadi tepat sebelum Natal, yaitu pada 24 Desember 2025, dengan 543 ribu penumpang yang berangkat. Menjelang tahun baru, tepatnya 28 Desember, angkanya juga tak kalah padat: 531 ribu penumpang.

Nah, arus baliknya justru lebih ramai lagi. Tanggal 4 Januari 2026 menjadi hari tersibuk dengan hampir 560 ribu penumpang tiba di berbagai bandara. Kalau dilihat dari pergerakan pesawat, totalnya mencapai sekitar 76 ribu penerbangan. Termasuk di dalamnya sekitar 2 ribu penerbangan tambahan yang disiapkan untuk menampung lonjakan penumpang.

Lima bandara memegang rekor tersibuk. Puncaknya tentu Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, yang melayani 3,5 juta penumpang dengan 23 ribu penerbangan. Disusul oleh I Gusti Ngurah Rai Bali (1,4 juta penumpang), Juanda Surabaya (863 ribu), Sultan Hasanuddin Makassar (603 ribu), dan Kualanamu Deli Serdang (486 ribu penumpang).

Di sisi lain, Pahlevi juga menyoroti pencapaian operasional. Menurutnya, periode Nataru kali ini berhasil mendorong optimalisasi kinerja bandara.

"Utilisasi slot time atau ketersediaan waktu keberangkatan dan kedatangan penerbangan di seluruh bandara secara kumulatif pada Nataru 2025/2026 hampir menyentuh 90 persen,"

katanya. Angka itu, lanjut dia, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 84 persen. Artinya, efisiensi waktu dan penggunaan fasilitas bandara bisa ditingkatkan dengan cukup signifikan.

Dengan semua data itu, bisa dibilang mudik udara tahun ini berjalan lancar. Posko terpadu telah menyelesaikan tugasnya, dan bandara-bandara pun kembali ke ritme operasional harian mereka yang biasa.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar