Setelah 14 Tahun Vakum, Julian Johan Kibarkan Merah Putih di Rally Dakar 2026

- Senin, 05 Januari 2026 | 06:36 WIB
Setelah 14 Tahun Vakum, Julian Johan Kibarkan Merah Putih di Rally Dakar 2026

“Saya dapet banyak pelajaran waktu latihan di Afrika. Medannya boleh dibilang mirip, iklimnya juga. Latihan itu sangat membantu saya buat dapet gambaran besar dan jadi kisi-kisi yang berguna buat Dakar nanti,” ujarnya.

Target? Yang Realistis Saja

Sadar betul dengan persaingan ketat dan lintasan yang kejam, Jeje memasang target yang realistis untuk debutnya ini. Ambisi berlebihan justru bisa jadi beban.

“Rasanya terlalu berlebihan, bahkan sombong, kalau saya target juara di debut. Jadi saya balik lagi, targetnya tiap hari bisa jalan lancar, bisa finis dengan mobil yang utuh, kerusakan minimal, dan semua kru dalam keadaan baik,” paparnya.

Selain persiapan teknis, Jeje juga membawa perlengkapan survival. Pengalamannya di Asia Cross Country Rally (AXCR) 2023 dan 2024 memberinya bekal pengetahuan soal evakuasi dan recovery kendaraan.

“Untuk antisipasi, saya coba siapin barang-barang survival seperti obat-obatan dan perlengkapan camping. Pengetahuan rescue dan recovery mobil juga sangat berguna. Saya rasain sendiri manfaatnya waktu latihan,” tutur Jeje.

Mengembalikan Memori Era 2000-an

Yang menarik, mobil yang ia pacu bukanlah mobil biasa. Toyota Land Cruiser 100 itu punya sejarah. Dulu, mobil serupa pernah membawa tim Toyota Jepang juara Rally Dakar di awal tahun 2000-an, sebelum akhirnya dibeli oleh Compagnie Saharienne.

“Livery-nya merah putih, mewakili Indonesia, dengan sedikit aksen hitam untuk sponsor. Sengaja saya desain mirip livery pertama di AXCR 2023. Saya ingin lanjutkan napas merah putih, sekaligus jadi statement bahwa Indonesia kembali lagi di Rally Dakar,” pungkas Julian Johan.

Dengan segala persiapan dan tekad mengibarkan bendera bangsa, kehadiran Jeje di Dakar 2026 bukan sekadar partisipasi. Ini adalah pengumuman: Indonesia kembali.


Halaman:

Komentar