Banjir yang melanda Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, memicu respons cepat dari pemerintah. Kementerian Sosial, lewat Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, langsung turun ke lokasi. Mereka punya skema penanganan berjenjang, mulai dari darurat sampai pemulihan jangka panjang.
“Bagi yang meninggal dunia ada santunan Rp15 juta yang diterima oleh ahli waris. Kemudian ada dukungan bagi yang luka-luka berat itu sebesar Rp5 juta,”
Gus Ipul menyampaikan hal itu pada Minggu (4/1/2026). Menurutnya, besaran dan jenis bantuan ini bukan asal tebak. Semuanya berdasarkan hasil asesmen lapangan yang dilakukan bersama pemerintah daerah dan BNPB.
Nah, setelah fase darurat berlalu, fokus akan beralih. Tahap rekonstruksi menunggu. Rumah-rumah warga nantinya akan dikelompokkan berdasarkan tingkat kerusakannya: berat, sedang, atau ringan. Bagi mereka yang rumahnya hancur parah, pemerintah sudah siapkan opsi hunian sementara.
“Ini kan tempat pengungsian, tapi nanti juga ada bantuan untuk menunggu rumah-rumah yang rusak berat bisa dibangun kembali,” jelas Gus Ipul soal huntara tersebut.
Lalu, bagaimana nasib keluarga yang sudah pindah ke huntara atau huntap? Mereka tak akan dibiarkan begitu saja. Ada bantuan lanjutan yang disiapkan. Mulai dari pengisian perlengkapan rumah, jaminan hidup bulanan, sampai program pemberdayaan ekonomi untuk bangkit kembali.
“Melalui Kemensos, pemerintah membantu untuk membeli isian rumah sebesar Rp3 juta per keluarga. Kita juga akan membantu untuk kebutuhan hidup terutama dalam membeli lauk-lauk sebesar Rp450 ribu per orang per bulan, selama 3 bulan,”
Gus Ipul menegaskan, bantuan tunai untuk pengisian rumah dan santunan luka itu diberikan sekali. Sementara bantuan hidup untuk lauk pauk itu akan mengalir selama tiga bulan penuh. Tujuannya jelas: memberi napas bagi korban agar bisa bangkit bertahap.
Di sisi lain, di tengah kunjungannya, Gus Ipul menyempatkan diri meninjau dapur umum. Dapur yang dikelola relawan Tagana ini luar biasa, bisa memproduksi lebih dari 5.000 porsi makanan setiap harinya untuk korban banjir.
“Terima kasih ya teman-teman Tagana teman-teman relawan yang terus berbuat kebaikan untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana Ini,”
Ucapannya singkat, tapi terasa hangat. Sebuah apresiasi untuk semua pihak yang bergerak di lapangan, mengulurkan tangan saat bencana datang.
Artikel Terkait
Ramai Pemburu Takjil di Dua Titik Favorit Jakarta Pusat Jelang Buka Puasa
Beasiswa LPDP Juga Diperebutkan Selebritas, Ini 5 Nama yang Lolos Seleksi
Bapanas Temukan Pelanggaran HET Minyakita di Pasar Depok
Kevin Diks Pulih, Gladbach Andalkan Bek Kanan untuk Perbaiki Pertahanan di Freiburg