Ledakan mengguncang Caracas sebelum fajar. Setidaknya tujuh kali bunyi menggelegar itu memecah kesunyian ibu kota Venezuela, Sabtu (3/1/2025) dini hari, menandai dimulainya serangan militer Amerika Serikat. Sasaran mereka? Beragam fasilitas, baik militer maupun sipil.
Respons dari pemerintah Venezuela pun datang cepat. Presiden Nicolás Maduro tak menunggu lama untuk memberlakukan status keadaan darurat nasional. Situasinya jelas sudah genting.
Menteri Luar Negeri Yvan Gil, dengan nada keras, langsung menuding motif di balik serangan ini. Menurutnya, ini murni aksi imperialis untuk merampas kekayaan Venezuela.
“Tujuan serangan ini tidak lain adalah untuk merebut sumber daya strategis Venezuela, khususnya minyak dan mineralnya... Mereka tidak akan berhasil,” tegas Gil seperti dilaporkan sebuah media internasional.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan Pemotongan Gaji Pejabat Masih Wacana, Belum Diputuskan
Bank Indonesia Siap Setor Sisa Surplus Rp40 Triliun ke Pemerintah
Said Didu Klarifikasi Polemik EO Sarang Korupsi: Targetnya Oknum Pejabat, Bukan Pelaku Profesional
SKK Migas Targetkan Dua Pabrik LPG Baru Beroperasi April Ini