Di Gedung Rupatama, Selasa (30/12) kemarin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan laporan akhir tahun. Salah satu poin yang menarik perhatian adalah komitmen Polri di luar tugas konvensionalnya: membangun infrastruktur. Ternyata, Bhayangkara tak hanya menjaga keamanan, tapi juga turun tangan memperbaiki dan mendirikan jembatan.
“Selanjutnya, sebagai bagian dari dukungan terhadap pembangunan infrastruktur, kemudahan akses, serta peningkatan konektivitas, Polri juga ikut membantu melaksanakan perbaikan dan pembangunan 101 jembatan,” ujar Sigit dalam paparannya.
Angka 101 itu bukan sekadar wacana. Dari total tersebut, progressnya sudah bisa dirinci. Menurut Kapolri, 27 unit jembatan sudah berdiri dan selesai. Lalu, ada 16 unit yang masih dalam proses pengerjaan. Sementara itu, 58 unit lainnya masih berada di tahap perencanaan menunggu untuk segera direalisasikan.
Nah, apa dampaknya? Tentu saja, ini soal konektivitas. Jembatan-jembatan itu diharapkan bisa menjadi urat nadi baru bagi mobilitas warga.
“Upaya ini tentunya kita harapkan bisa memperlancar mobilitas masyarakat, mendukung aktivitas ekonomi, memperkuat akses antar wilayah, khususnya di daerah yang membutuhkan infrastruktur penunjang,” jelas Sigit.
Jadi, komitmen Polri ini cukup jelas. Di satu sisi, mereka tetap menjalankan tugas pokok. Di sisi lain, mereka juga menyingsingkan lengan untuk hal-hal yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat: akses dan kemudahan. Sebuah langkah yang patut diapresiasi, meski tantangan di lapangan pasti tidak sedikit.
Artikel Terkait
Indonesia dan Thailand Perbarui Kemitraan Strategis Ekonomi Kreatif
Wakil Wali Kota Tangerang Apresiasi Antusiasme Warga Sambut Program Ramadan iNews
Kementan Pacu Diversifikasi Jagung untuk Industri Pangan, Dukung Swasembada 2026
Kartu Merah Kalulu Picu Kontroversi, Inter Milan Taklukkan Juventus 3-2