China Buka Keran Impor, Turunkan Tarif 935 Barang Mulai 2026

- Selasa, 30 Desember 2025 | 11:25 WIB
China Buka Keran Impor, Turunkan Tarif 935 Barang Mulai 2026

Mulai tahun depan, ada perubahan besar yang bakal terjadi pada kebijakan perdagangan China. Pemerintah di Beijing baru saja mengumumkan rencana penurunan tarif impor untuk hampir seribu jenis barang. Tepatnya, 935 item.

Rencana ini bakal berlaku mulai 1 Januari 2026. Kabarnya, langkah strategis ini diambil untuk mempermudah masuknya barang-barang berkualitas tinggi dari luar negeri. Jadi, bukan sekadar kebijakan biasa.

Menurut keterangan dari Komisi Tarif dan Bea Cukai Dewan Negara China, ada beberapa sektor yang dapat perhatian khusus. Misalnya, tarif untuk material-material canggih akan ditekan. Tujuannya jelas: mendorong kemandirian teknologi dalam negeri. Di sisi lain, impor sumber daya tertentu juga dapat keringanan, sebagai bagian dari komitmen China menuju pembangunan yang lebih ramah lingkungan.

Tak cuma itu, sektor kesehatan masyarakat juga dapat sentuhan. Beberapa produk medis, salah satunya pembuluh darah buatan, akan dikenakan tarif lebih ringan. Kebijakan ini diharapkan bisa meningkatkan akses dan kesejahteraan rakyat.

Namun begitu, ada aspek lain yang tak kalah penting. China ternyata juga sedang memperkuat jejaring dagangnya. Pada tahun yang sama, mereka akan menerapkan tarif rendah untuk barang impor tertentu dari 34 mitra dagangnya. Ini semua dilakukan berdasarkan perjanjian perdagangan bebas dan pengaturan preferensial yang sudah disepakati sebelumnya. Intinya, kerja sama ekonomi dan integrasi regional mau didorong lebih dalam lagi.

Dan yang patut dicatat, sikap China terhadap negara-negara kurang berkembang tetap konsisten. Untuk tahun depan, mereka akan mempertahankan kebijakan tarif impor nol persen. Kebijakan ini berlaku untuk 43 negara kurang berkembang yang sudah punya hubungan diplomatik dengan China.

Jadi, secara garis besar, langkah-langkah ini bukan hanya soal angka tarif. Lebih dari itu, ini adalah sinyal kuat tentang arah kebijakan ekonomi China ke depan yang terbuka, berorientasi pada kualitas, dan tetap memperhatikan kerja sama global.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar