Arus Balik Nataru Mulai Meningkat, Polsi Siaga di Jalur Utama

- Selasa, 30 Desember 2025 | 07:30 WIB
Arus Balik Nataru Mulai Meningkat, Polsi Siaga di Jalur Utama

Gelombang arus balik pasca libur Natal dan Tahun Baru akhirnya mulai terasa. Sejak Sabtu kemarin, pergerakan kendaraan menuju Jakarta sudah meningkat, terutama dari jalur Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bandung. Korlantas Polri pun sudah mengawasi pergerakan ini.

Hal ini terungkap setelah rapat koordinasi digelar oleh Direktorat Penegakan Hukum Korlantas Polri bersama jajaran Polres wilayah. Rapat yang berlangsung di Command Center KM 29 itu membahas langkah-langkah antisipasi untuk menghadapi arus balik yang diprediksi akan berlangsung bertahap.

Menurut Brigjen Pol Faizal dari Dirgakkum Korlantas Polri, prediksi awal memang tepat. "Sesuai prediksi, arus balik mulai terjadi pada hari Sabtu," ujarnya.

Faizal menjelaskan, untuk mengatasi kemacetan, beberapa skema rekayasa lalu lintas sudah dijalankan. "Tadi malam kami telah melakukan sejumlah langkah rekayasa lalu lintas di ruas Tol Jakarta–Cikampek dari KM 70, KM 65 hingga KM 47," tambahnya.

Meski kondisi diperkirakan akan mereda pada hari Senin, situasi belum sepenuhnya tenang. Lonjakan kendaraan masih berpotensi terjadi lagi di akhir pekan mendatang, terutama dari Jumat sampai Minggu. Untuk itu, persiapan ekstra sudah dilakukan.

Korlantas Polri, misalnya, telah menyamakan persepsi dengan Kasatlantas dari tujuh Polda yang jadi prioritas. Koordinasi lewat command center juga digelar secara daring, membahas berbagai hal termasuk soal pembatasan operasional kendaraan beroda tiga. "Pelaksanaan kebijakan dilakukan secara humanis dan persuasif," tegas Faizal.

Namun begitu, fokus mereka tidak cuma pada jalan tol. Kawasan wisata seperti pantai dan tempat rekreasi lainnya juga perlu diwaspadai. Diperkirakan, lokasi-lokasi ini masih akan ramai dikunjungi selama sisa libur Nataru.

Lalu bagaimana dengan malam tahun baru? Meski kegiatan kembang api tak diperbolehkan, skema rekayasa lalu lintas tetap disiapkan. Sosialisasi ke masyarakat pun diminta untuk dilakukan lebih awal. Tujuannya jelas: mencegah kerumunan dan kepadatan yang tak perlu.

Yang perlu dicatat, puncak arus balik diprediksi bakal terjadi pada tanggal 2, 3, dan 4 Januari 2026. Periode ini dianggap krusial karena bertepatan dengan waktu masyarakat bersiap kembali beraktivitas kerja pada 5 Januari. Jadi, perjalanan masih panjang.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar