Risiko aquaplaning ini makin besar kalau kita ngebut. Tandanya cukup jelas: setir mobil tiba-tiba terasa ringan dan kayak nggak nyambung sama jalan. Saat momen kritis ini datang, reaksi setiap pengemudi bisa berbeda-beda.
Nuril membeberkan, kebanyakan orang langsung panik dan berusaha keras mengendalikan mobil yang sudah oleng. Dia punya tips.
"Kalau lihat genangan di depan dan nggak mungkin menghindar, segera lepas kaki dari pedal gas. Pegang setir kuat-kuat," ujarnya.
Dengan kecepatan tinggi, waktu untuk bereaksi sangat terbatas. Tapi, membiarkan mobil menerobos genangan dengan teknik tadi bisa meminimalisir dampaknya.
"Jangan diinjak remnya. Biarkan saja mobil menerjang air. Efek aquaplaning tetap ada, sih. Tapi dengan melepas gas dan tidak ngerem, risikonya jauh lebih kecil," terang Nuril.
Kejadian seperti ini sekaligus jadi pengingat keras bagi semua pemilik kendaraan. Penting banget untuk rutin mengecek kondisi fisik ban. Mulai dari dinding samping, permukaan tapak, sampai tanda keausan atau TWI. Jangan sampai telat, karena nyawa taruhannya.
Artikel Terkait
Amran Sulaiman Ungkap Doa di Istiqlal dan Proyek Masjid 20 Ribu Jemaah di Makassar
Garena Rilis Kode Redeem Free Fire Terbaru untuk 29 Maret 2026
Arus Balik Pemudik Padati Pelabuhan Ketapang, Antrean Truk Tembus 12 Jam
Pria di Medan Serang Tetangga Pakai Pahat Kayu, Diduga Dipicu Debu Sapu