Di sisi lain, Mulyadi menegaskan kesiapan Bobibos untuk diproduksi massal di Indonesia. Syaratnya cuma satu: ada regulasi yang jelas. Saat ini, aturan transisi energi baru hanya mencakup sawit, aren, dan tebu. Jerami belum masuk dalam daftar.
"Kalau negara minta, kami siap. Bayangkan, potensi sawah kita 11,3 juta hektare. Dengan perhitungan yang konservatif sekalipun, bisa dihasilkan sekitar 20 miliar liter per tahun. Itu akan sangat meringankan beban masyarakat," ucap anggota Komisi XI DPR ini.
Namun begitu, dia bersikukuh tidak akan gegabah. "Kami ini kader partai pemerintah. Harus jadi contoh taat aturan. Mustahil kami produksi dan distribusi massal tanpa ada uji ketahanan, sertifikasi, dan standar keselamatan yang jelas," tegasnya.
Jadi, meski peluang di luar negeri sudah terbuka, langkah di dalam negeri masih menunggu payung hukum. Semuanya kembali pada kebijakan pemerintah.
Artikel Terkait
Ekonom: Belanja Lain-Lain Rp200 Triliun Jadi Bantalan Fiskal di APBN 2026
Kepala BGN Tegaskan Anggaran 2026 Rp268 Triliun, Bukan Rp335 Triliun
Instagram Uji Coba Fitur Berlangganan untuk Tonton Stories Diam-diam
Harga BBM Non-Subsidi di Jakarta Masih Stabil, Tak Ada Kenaikan