Presiden Prabowo Subianto punya pesan tegas: penyerahan hasil penyelamatan keuangan negara yang nilainya lebih dari Rp6,6 triliun itu bukanlah garis akhir. Justru, momen itu ia sebut sebagai titik awal. Awal dari sebuah komitmen kuat pemerintah untuk membersihkan praktik korupsi dan perampokan kekayaan negara yang, menurutnya, sudah mengakar puluhan tahun lamanya.
"Saya kira ini bisa dikatakan baru ujung," ucap Presiden, Kamis lalu.
Dia melanjutkan, penyimpangan semacam ini bukan hal baru. "Baru ujung dari kerugian bangsa dan negara kita. Penyelewengan seperti ini sudah berjalan belasan tahun, bahkan puluhan tahun," tegasnya.
Sejak dilantik, niat Prabowo untuk melawan korupsi memang sudah terang benderang. Komitmen itu tak cuma omong kosong. Buktinya, lewat Perpres Nomor 5 Tahun 2025, dibentuklah Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan atau Satgas PKH. Tugasnya jelas: membereskan yang semrawut.
Pesan Presiden kepada satgas itu blak-blakan. "Jangan ragu-ragu, tidak pandang bulu," serunya.
"Jangan mau dilobi sini, dilobi sana. Tegakkan peraturan, selamatkan kekayaan negara, itu tugas saya. Dan saudara-saudara telah melakukan dengan baik, dengan tertib, dengan sesuai ketentuan, sesuai hukum," imbuh Prabowo, memberi apresiasi.
Namun begitu, di balik angka triliunan yang berhasil diselamatkan itu, ada rasa was-was. Presiden menyebut nilai itu belum seberapa. Masih jauh dari potensi kerugian sesungguhnya yang mungkin diderita negara.
"Yang saya katakan baru ujungnya. Sesungguhnya kalau kita pelajari, kerugian kita sangat-sangat besar," paparnya dengan nada serius.
Menurutnya, kalau diteliti lebih dalam, angka denda yang harusnya dibayar bisa membengkak luar biasa. "Kalau tidak salah, mungkin dendanya ratusan triliun harus dibayar," tambahnya.
Di sisi lain, dalam sambutannya itu, Prabowo kembali menegaskan satu hal: kebocoran kekayaan negara harus dihentikan. Tidak boleh terus-terusan terjadi. Pemerintah, lewat satgas dan seluruh jajarannya, bertekad melanjutkan perjuangan ini tanpa lelah.
"Kita kerja terus, kita kerja terus untuk rakyat, dan rakyat merasa dan melihat apa yang kita kerjakan," tandasnya penuh keyakinan.
"Kita akan selamatkan kekayaan negara dengan tidak ada keragu-raguan."
Artikel Terkait
Angin Puting Beliung Landa Stadion Pakansari, Kerusakan Parah tapi Tak Ada Korban Jiwa
Pemkot Tangsel Revitalisasi SDN Babakan 01 Setu, Hapus Sistem Belajar Bergilir
Presiden Prabowo Gariskan Peran BUMN Baru Agrinas Jaladri Dongkrak Sektor Perikanan
Persija Jakarta Terancam Pindah Kandang ke JIS Jelang Laga Kontra PSM