Pramono Anung Genjot Jakarta Jadi Destinasi Wisata Olahraga Dunia

- Minggu, 07 Desember 2025 | 06:55 WIB
Pramono Anung Genjot Jakarta Jadi Destinasi Wisata Olahraga Dunia

Jakarta, Sabtu lalu – Suasana di kompleks Gelora Bung Karno tampak ramai. Di tengah keramaian itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hadir dalam Indonesia Sports Summit yang digelar Kemenpora. Pramono tak sekadar datang. Dia langsung menawarkan kolaborasi konkret.

"Secara langsung saya menawarkan Jakarta bekerja sama dengan Kemenpora di berbagai hal," ujarnya kepada para wartawan yang menunggu.

Menurutnya, Jakarta saat ini punya potensi besar untuk dikembangkan lebih jauh. Kerja sama itu diarahkan untuk membangun wisata olahraga dan kebugaran, atau yang sering disebut sports tourism and wellness. Pramono terlihat serius dengan rencana ini.

"Saya secara sungguh-sungguh, teman-teman juga bisa merasakan untuk mengembangkan sports tourism and wellness," tambahnya.

Kolaborasi ini, lanjut Pramono, akan memperkuat berbagai aktivitas olahraga di Ibu Kota. Dia punya contoh nyata: maraton. Minat masyarakat terhadap event lari seperti Jakarta International Marathon dan Jakarta Running Festival melonjak drastis. Dulu, acara seperti ini tak perlu menutup jalan. Sekarang? Jalan harus diblokir penuh karena peserta membludak.

"Pesertanya naiknya tajam sekali," tuturnya.

Peningkatan itu bukan akhir cerita. Pramono sudah menatap target yang lebih ambisius. Untuk tahun depan, dia ingin kedua event itu diikuti sekitar 40.000 pelari. Lalu, ada momen spesial di 2027.

"Di tahun 2027 pas 500 tahun Jakarta, saya sudah menyampaikan untuk bisa diikuti 50.000 orang," jelasnya.

Tapi jumlah peserta saja tak cukup. Pramono punya strategi lain: menaikkan hadiah. Logikanya sederhana. Dengan hadiah yang lebih kompetitif, reputasi event lari Jakarta bisa menembus kelas dunia.

"Sebab kalau hadiahnya dinaikkan, kita untuk mengejar jadi major marathon-nya gampang," sambungnya.

Di balik semua target itu, ada keyakinan besar. Pramono meyakini geliat olahraga bisa mendongkrak ekonomi secara signifikan. Dampaknya sudah terasa. Saat event maraton digelar, hotel-hotel di Jakarta penuh terisi. Tak hanya itu, pelaku UMKM juga ikut merasakan dampak positifnya.

"Dua-duanya menyebabkan hunian hotel itu full. Itu sudah menampakkan, termasuk kemudian UMKM-nya," tandas Pramono menutup pembicaraan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar