Kebiasaan Cuci Beras di Rice Cooker Ternyata Ancam Kesehatan Otak dan Ginjal

- Senin, 24 November 2025 | 19:00 WIB
Kebiasaan Cuci Beras di Rice Cooker Ternyata Ancam Kesehatan Otak dan Ginjal
Bahaya Mencuci Beras di Panci Rice Cooker

Banyak dari kita punya kebiasaan mencuci beras langsung di dalam panci rice cooker. Alasannya simpel: lebih gampang dan praktis. Tapi hati-hati, rupanya cara yang terlihat efisien ini justru menyimpan risiko kesehatan yang serius.

Menurut The Asia Business Daily, seorang profesor bernama Sangwook Kang dari Sangmyung University di Korea Selatan memperingatkan hal ini. Beliau ahli di bidang Teknik Energi Kimia.

"Kalau kamu mencuci beras di panci rice cooker, lapisan dalamnya bisa tergores dan terkelupas," jelasnya.

Nah, kalau sudah terkelupas, partikel aluminium dari lapisan itu bisa ikut larut dan akhirnya termakan bersama nasi yang kita masak. Ini dia masalahnya.

Kang kemudian menjelaskan lebih detail soal bahayanya. Aluminium yang tertelan itu bisa membahayakan ginjal. Partikel-partikel logam itu cenderung mengendap dan menumpuk di organ tersebut secara perlahan.

"Sebenarnya, tubuh kita biasanya mengeluarkan aluminium lewat ginjal. Tapi kalau fungsi ginjal sudah menurun, aluminium akan betah berlama-lama di tubuh dan terakumulasi," tambahnya.

Yang lebih mengkhawatirkan lagi, dia juga menyebutkan temuan penelitian yang menghubungkan aluminium dengan penyakit otak. "Bahkan partikel aluminium bisa numpuk di otak kita dan memicu demensia," ungkapnya.

Lapisan dalam rice cooker itu umumnya terbuat dari bahan aluminium yang dilapisi PFOA atau asam perfluorooctanoic. Bahan yang sama juga dipakai untuk lapisan panci teflon. Fungsinya ya biar nasi nggak lengket pas dimasak.

Di sisi lain, Dr. Virginie Rondeau dari Institut Kesehatan dan Penelitian Medis Nasional Prancis ikut memaparkan risikonya. "Kalau asupan aluminium harian melebihi 0,1 mg, bisa berakibat pada gangguan kognitif," tuturnya.

Penelitian dari Universitas Keele di Inggris punya temuan yang seram. Mereka melaporkan, "Konsentrasi aluminium tinggi terdeteksi pada 42 persen pasien pengidap Alzheimer familial."

Jadi, meski jumlahnya sedikit, akumulasi aluminium yang tertelan dalam jangka panjang jelas-jelas berdampak buruk. Bisa kena sistem saraf, dan pada akhirnya merusak kesehatan kita secara menyeluruh. Risiko lainnya? Bisa memicu kanker, merusak hati, dan tentu saja memperberat kerja ginjal.

Kelihatannya sepele, ya? Tapi ternyata konsekuensinya nggak main-main. Mungkin sudah saatnya kita kembali ke cara tradisional: cuci beras di wadah terpisah sebelum dimasak ke rice cooker. Lebih aman, dan yang pasti, lebih menyehatkan untuk jangka panjang.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar