PNM dan MES Perkuat Ekosistem Halal untuk Dongkrak Daya Saing UMKM
Pasar ekonomi halal global menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, dengan proyeksi nilai mencapai USD 2,8 triliun pada tahun 2025. Sektor makanan dan gaya hidup menjadi penyumbang terbesar dalam pertumbuhan industri halal dunia.
Indonesia, dengan populasi muslim lebih dari 86 persen, memiliki peluang besar untuk memanfaatkan potensi ini. Namun, banyak pelaku usaha mikro yang masih belum memaksimalkan peluang dengan memiliki sertifikat halal sebagai bukti komitmen dan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen.
Merespons peluang ini, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) berkolaborasi dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) untuk membangun ekosistem ekonomi halal yang kuat dari tingkat dasar. Fokusnya adalah pada program pemberdayaan dan pelatihan bagi pelaku usaha ultra mikro agar dapat berkembang dengan prinsip yang berkelanjutan dan kompetitif.
Halalpreneur Fest: Wadah Penguatan Kapasitas dan Jejaring Usaha
Komitmen ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Halalpreneur Fest dengan tema "Berkarya, Berdaya, Berkah Bersama PNM" di Buleleng. Acara ini dirancang bukan hanya sebagai pameran produk, tetapi sebagai platform strategis bagi nasabah Mekaar dan ULaMM untuk mendalami nilai-nilai ekonomi halal, meningkatkan kapasitas usaha, dan memperluas jejaring bisnis.
PNM menekankan bahwa keberlangsungan usaha harus dibangun dengan cara yang baik dan halal. Untuk itu, dukungan yang diberikan tidak terbatas pada akses pembiayaan, tetapi juga mencakup ekosistem pendukung yang komprehensif. Dalam Halalpreneur Fest, peserta mendapatkan akses ke pelatihan, coaching clinic, dan yang terpenting, fasilitasi penerbitan sertifikat halal.
Pencapaian dan Dampak Nyata Sertifikasi Halal
Hingga Oktober 2025, PNM telah berhasil memfasilitasi penerbitan lebih dari 1.527 Sertifikat Halal Self Declare dan 2 Sertifikat Halal Regular. Pencapaian ini didukung kerjasama dengan delapan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) dan diimplementasikan melalui 58 cabang PNM di seluruh Indonesia, memastikan jangkauan program hingga ke daerah pelosok.
Menurut Direktur Bisnis PNM, Kindaris, pendekatan PNM memastikan nasabah tidak hanya mendapat modal, tetapi juga rangkaian pemberdayaan yang menyeluruh, termasuk aspek keberkahan usaha. Ia meyakini bahwa produk halal adalah masa depan ekonomi rakyat karena menggabungkan nilai kebaikan dengan daya saing pasar.
Kisah Sukses: Sari Timbul by Kubu Bali
I Gede Rediawan, nasabah PNM ULaMM, adalah bukti nyata manfaat dari program ini. Dari usaha kerajinan kaca tiup skala kecil di Buleleng, ia berhasil mengembangkannya menjadi "Sari Timbul by Kubu Bali", sebuah restoran yang memadukan seni dan kuliner lokal.
Dengan dukungan pembiayaan PNM sebesar Rp350 juta, usahanya bertransformasi menjadi destinasi kreatif yang mengintegrasikan seni kaca, kayu, dan instalasi artistik. Rediawan kemudian mengambil langkah strategis dengan mengurus Sertifikat Halal Regular untuk restorannya, didampingi oleh PNM dan MES.
Bagi Rediawan, sertifikat halal adalah bentuk komitmen dan tanggung jawab moral kepada pelanggan dan karyawan, menegaskan bahwa usahanya dijalankan dengan niat baik dan cara yang benar.
Membangun Ekosistem Belajar Kolaboratif
Halalpreneur Fest juga menghadirkan beragam kegiatan pengembangan kapasitas, seperti kelas memasak, kerajinan tangan, strategi branding produk, dan sharing session bersama pengusaha inspiratif. Kegiatan-kegiatan ini menciptakan ruang belajar kolaboratif dimana pelaku usaha dapat saling bertukar pengalaman dan strategi pengembangan bisnis.
Direktur Eksekutif MES, Herry Aslam, menyambut baik kolaborasi dengan PNM dalam program ini. Menurutnya, kegiatan ini membuktikan keseriusan semua pihak dalam mendorong Indonesia untuk menjadi pemain utama dalam industri halal global.
Melalui inisiatif ini, PNM ingin menegaskan bahwa esensi pemberdayaan usaha tidak hanya terletak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada kemampuan setiap pelaku usaha untuk menciptakan manfaat yang lebih luas bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat.
Artikel Terkait
Pengamat Peringatkan Potensi Beban Ekonomi dari Perluasan Aturan Kawasan Tanpa Rokok DKI
Harmoni Imlek Nusantara Dibuka dengan Sorotan Kolaborasi Kreatif Indonesia-Korea
Tiket Mudik Lebaran 2026 Ludes 1,62 Juta, Okupansi Kereta Capai 42%
Indonesia dan Negara Arab Kecam Keras Pernyataan Dubes AS soal Hak Israel Kuasai Timur Tengah