"Tapi dia membiarkan korupsi di antara kita. Kan gila namanya."
Nada pesimismenya semakin kentara ketika membahas kinerja aparat. Firman sama sekali tak yakin ada keseriusan dari dalam institusi penegak hukum.
"Kita ini sudah mengalami state capture, negara yang memproduksi korupsi dan kejahatan," paparnya.
Lalu ia menyambung, "Jadi kalau bicara aparat penegak hukum, polisi, kejaksaan, KPK, jangan harap deh. Orang itu juga bagian dari korupsi itu sendiri."
Diskusi yang digelar Minggu, 28 Desember 2025 itu juga menghadirkan dua pembicara lain: pengamat politik Standarkiaa Latief dan aktivis mahasiswa Fikri. Mereka bersama-sama mengupas tuntas anomali dalam upaya pemberantasan korupsi yang tak kunjung tuntas.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir