MURIANETWORK.COM - Pernyataan Dino Patti Djalal soal Menteri Luar Negeri Sugiono ramai jadi perbincangan. Tapi, politikus Gerindra Kamrussamad punya pandangan lain. Menurutnya, yang disampaikan mantan wamenlu itu bukanlah kritik, apalagi kritik yang berbobot. Ia melihatnya lebih sebagai keluh kesah pribadi belaka.
"Keluh kesah Dino Patti Djalal secara nyata tersirat dalam kalimat keputusasaannya karena tidak bisa menghubungi Menlu Sugiono selama berbulan-bulan," ujar Kamrussamad.
Ia melanjutkan, "Dalam kondisi putus asa yang akut, akhirnya ia menumpahkan kegundahannya ke media sosial."
Nah, karena itu, tegas Kamrussamad, ungkapan Dino itu jauh dari sebuah kritik diplomatik yang konstruktif. Sebagai mantan diplomat senior, Dino seharusnya paham betul bahwa tugas seorang menteri luar negeri adalah menjalankan mandat negara. Bukan meladeni kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
Di sisi lain, Kamrussamad justru memuji kinerja Menlu Sugiono. Ia menilai sang menteri, sebagai pembantu Presiden Prabowo, punya dedikasi tinggi. Berbagai forum internasional yang dihadiri presiden, katanya, membawa perspektif baru dan jadi kemenangan diplomasi Indonesia. Sambutan hangat diaspora Indonesia di luar negeri juga disebutnya sebagai bukti komunikasi yang terjalin baik.
Dalam hal politik luar negeri, prinsip bebas aktif diperkuat. Dukungan untuk Gaza, bantuan kemanusiaan, hingga peran di forum perdamaian global disebut sebagai contohnya. Bahkan, ada prestasi yang cukup mencolok: diplomasi yang mengantarkan Presiden Prabowo dapat nomor urut awal untuk pidato di Sidang Umum PBB.
"Ini capaian diplomasi tingkat tinggi, bukan pekerjaan sembarangan," tegasnya.
Tak cuma itu. Dari sisi ekonomi, langkah-langkah Sugiono dinilai efektif. Keanggotaan penuh Indonesia di BRICS awal tahun ini jadi salah satu buktinya. Belum lagi berbagai kerja sama dengan Uni Eropa, Kanada, Australia, dan Arab Saudi. Di bidang pertahanan, kerja sama internasional yang dijalin juga strategis, mendukung modernisasi alutsista TNI.
Kamrussamad juga menyoroti soal perlindungan WNI. Ia mencatat keberhasilan penyelamatan ratusan WNI korban trafficking di Kamboja. Dengan segudang pencapaian itu, ia menilai kritik Dino sama sekali tak berbobot dan terkesan personal.
"Ini menunjukkan kapasitas Dino yang belum matang meski mengklaim pengalaman puluhan tahun sebagai diplomat,” sindirnya.
Ia pun punya saran. Alih-alih mengkritik, Dino sebaiknya meneladani mantan Menlu Retno Marsudi yang tetap berkontribusi di tingkat global sebagai utusan khusus PBB, tanpa membebani pemerintah dengan keluhan.
"Sebagai pihak yang mengaku sesepuh Kemenlu, Dino seharusnya memberi solusi, bukan menambah beban Menlu Sugiono dengan keluhan personal yang mengatasnamakan ormas," pungkas anggota Fraksi Gerindra DPR RI ini.
Artikel Terkait
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir
Analis Bongkar Agenda Terselubung di Balik Janji Kerja Mati-Matian Jokowi untuk PSI