Ibu di Siak Diduga Paksa Tiga Anaknya Mengemis 10 Jam Sehari

- Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:30 WIB
Ibu di Siak Diduga Paksa Tiga Anaknya Mengemis 10 Jam Sehari

Seorang ibu di Kabupaten Siak, Riau, diduga mengeksploitasi tiga anak kandungnya dengan memaksa mereka mengemis di jalan hingga 10 jam setiap hari. Anak-anak itu mengaku diantar ke lokasi mengemis sekitar pukul 08.00 WIB dan baru dijemput pada pukul 18.00 WIB.

Pengakuan ini terungkap saat tim asesmen Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPA) Kabupaten Siak turun ke Kampung Sam Sam, Kecamatan Kandis, setelah menerima laporan dugaan eksploitasi. Kepada petugas, ketiga anak mengaku tak berani menolak perintah ibunya karena diancam akan diusir dari rumah.

"Kalau tidak mau mengemis, kami diancam disuruh keluar dari rumah," demikian pengakuan anak-anak kepada tim asesmen, seperti dikutip dari TribunJatim.com.

Kepala Dinsos PPA Kabupaten Siak, Wan Idris, membenarkan temuan tersebut. Berdasarkan asesmen sementara, ketiga anak diduga diminta dan dipaksa oleh ibu mereka untuk mengemis setiap hari. Mereka menghabiskan waktu sekitar 10 jam di pinggir jalan sebelum dijemput kembali pada petang hari.

"Anak-anak mengaku diantar sekitar pukul 08.00 WIB, kemudian dijemput kembali sekitar pukul 18.00 WIB. Dari keterangan mereka juga diketahui ada ancaman akan diusir dari rumah apabila menolak mengikuti perintah ibunya," kata Wan Idris.

Dinsos PPA mendatangi lokasi setelah mendapat informasi bahwa ketiga anak itu kembali terlihat mengemis di jalan. Petugas lalu menggali keterangan dari mereka untuk mengetahui kondisi dan pola dugaan eksploitasi yang terjadi.

Kasus ini ternyata bukan yang pertama. Pemerintah kampung dan aparat setempat sebelumnya sempat memberikan pembinaan kepada orangtua ketiga anak itu. Mereka bahkan diminta menandatangani surat pernyataan agar tidak lagi melibatkan anak-anak dalam kegiatan meminta-minta.

Meski begitu, dugaan eksploitasi tetap terulang. Dinsos PPA kemudian melakukan penanganan lanjutan dengan menurunkan tim asesmen ke lokasi. Selain memeriksa kondisi anak, petugas juga memberi edukasi kepada ayah mereka tentang tanggung jawab sebagai kepala keluarga serta pentingnya pengasuhan yang layak.

Berdasarkan pemeriksaan awal, ketiga anak dalam kondisi fisik sehat dan tampak ceria. Namun, petugas menemukan tanda-tanda ketakutan secara psikologis, terutama saat anak-anak berbicara mengenai ibu mereka.

"Kondisi mereka sehat, tetapi masih terlihat adanya rasa takut terhadap ibunya. Ini menjadi perhatian kami dalam penanganan berikutnya," ujar Wan Idris.

Dinsos PPA berencana melakukan pemeriksaan lanjutan untuk menentukan langkah perlindungan dan pendampingan yang paling tepat bagi ketiga anak. Mereka juga akan menjalankan asesmen terhadap ibu ketiga anak itu guna mendapat gambaran menyeluruh tentang kondisi keluarga dan dugaan eksploitasi yang terjadi.

Dalam penanganan kasus ini, Dinsos PPA berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan pengawasan agar aktivitas anak-anak bisa dipantau dan dugaan eksploitasi tak kembali terjadi. Orangtua mereka kembali diingatkan agar tidak melibatkan anak-anak dalam kegiatan meminta-minta.

Pemerintah daerah menilai perlindungan terhadap ketiga anak perlu dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya melalui pemeriksaan sesaat. Pendampingan terhadap keluarga juga diperlukan agar orangtua memahami tanggung jawab pengasuhan dan tidak menggunakan anak sebagai sumber penghasilan.

Sementara itu, Kecamatan Kandis bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Siak membantu pengurusan dokumen kependudukan keluarga tersebut. Dinsos PPA belum menjelaskan apakah ketiga anak akan ditempatkan di lokasi perlindungan sementara atau tetap berada bersama keluarga dengan pengawasan ketat.

Pemerintah daerah masih mengumpulkan keterangan dari seluruh pihak yang berkaitan dengan kasus tersebut. Langkah lanjutan juga akan mempertimbangkan kondisi psikologis anak, situasi keluarga, serta keamanan mereka selama berada di rumah.

Pengawasan lintas instansi diharapkan dapat mencegah ketiga anak kembali dipaksa mengemis sejak pagi hingga petang. Kasus ini menjadi perhatian karena anak-anak mengaku mengalami ancaman akan diusir dari rumah apabila menolak mengikuti perintah orangtuanya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags