Namun begitu, kritikan mengalir. Para pemuda menilai tugas fisik seperti menarik korban seharusnya dilakukan Tim SAR, BPBD, atau relawan. Bukan tugas gubernur. Kehadirannya dianggap lebih banyak menarik perhatian dan penonton, alih-alih memperlancar operasi.
Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi justru angkat bicara dengan sikap yang tak terduga. Bukannya marah, ia malah berterima kasih.
Di sisi lain, ia punya alasan sendiri. Bukan soal pencitraan, katanya, tapi lebih pada empati. Baginya, kehadiran seorang pemimpin di tengah kesulitan bisa memberikan semangat tersendiri.
Begitulah. Di balik keriuhan dan kritik, sang gubernur memilih melihatnya sebagai masukan. Sementara, bagi warga yang tertimpa musibah, mungkin yang terpenting adalah rasa bahwa mereka tidak sendirian.
Artikel Terkait
Niat Main ke Tetangga, Bocah 4 Tahun Tewas dalam Karung Putih
Wagub Sulbar Salim S Mengga Wafat, Pemimpin Rendah Hati yang Baru Setahun Bertugas
Dedi Mulyadi Murka, Pedagang Es Gabus Viral Ketahuan Bohong Soal Kontrakan
Bayar Utang Berujung Maut: Bocah 6 Tahun Tewas Dibunuh Tetangga di Boyolali