Namun begitu, kritikan mengalir. Para pemuda menilai tugas fisik seperti menarik korban seharusnya dilakukan Tim SAR, BPBD, atau relawan. Bukan tugas gubernur. Kehadirannya dianggap lebih banyak menarik perhatian dan penonton, alih-alih memperlancar operasi.
Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi justru angkat bicara dengan sikap yang tak terduga. Bukannya marah, ia malah berterima kasih.
Di sisi lain, ia punya alasan sendiri. Bukan soal pencitraan, katanya, tapi lebih pada empati. Baginya, kehadiran seorang pemimpin di tengah kesulitan bisa memberikan semangat tersendiri.
Begitulah. Di balik keriuhan dan kritik, sang gubernur memilih melihatnya sebagai masukan. Sementara, bagi warga yang tertimpa musibah, mungkin yang terpenting adalah rasa bahwa mereka tidak sendirian.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Niat Main ke Tetangga, Bocah 4 Tahun Tewas dalam Karung Putih